Wednesday, July 17, 2013

Adab Bertamu Dan Menerima Tamu

Adab Bertamu Dan Menerima Tamu
Ruh4dian - Memuliakan tamu merupakan salah satu ciri akhlak yang mulia, sementara bersikap tidak ramah atau tidak peduli dengan tamu tergolong salah satu akhlak yang hina. Bahkan Nabi Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menghubungkan sikap memuliakan tamu sebagai salah satu ciri iman. Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang menyakiti tetangganya, dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berbicara yang baik atau (jika tidak dapat) hendaknya dia diam." (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

Bertamu adalah berkunjung ke tempat kediaman orang lain. Kunjungan itu biasanya karena adanya suatu keperluan. Bertamu dengan maksud yang baik dan dilandasi niat yang ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta untuk memperoleh rido dan rahmat-Nya termasuk kedalam silaturahmi.

Adab bertamu

Dalam bertamu hendaknya memenuhi adab-adab sebagai berikut.
  • Niat bertamu dengan ikhlas.
  • Mengetahui waktu yang tepat untuk berkunjung.
  • Mengetuk pintu tiga kali dan menerima izin.
  • Berjabat tangan dengan tuan rumah, adapun dengan lawan jenis cukup dengan menunjukkan sikap yang hormat.
  • Seorang laki-laki tidak boleh masuk ke dalam rumah seorang wanita yang suaminya tidak ada, begitu pun sebaliknya.
  • Berbicara dengan bahasa yang sopan dan santun serta menyenangkan.
  • Tidak berlama-lama dalam bertamu.

Adab menerima tamu


Saat menerima tamu hendaknya sesuai dengan tata krama yang telah ditentukan. Dan dalam menerima tamu, kita harus menghormati tamu yang berkunjung. Adapun dalam menerima tamu hendaknya kita bersikap, sebagai berikut.
  • Menyambut tamu dengan ikhlas dan penuh keramahan.
  • Tidak membeda-bedakan terhadap tamu yang hadir.
  • Memberikan jamuan terhadap tamu sesuai dengan kemampuan. Kewajiban menjamu adalah sehari semalam selebihnya adalah sedekah.
  • Berusaha sekuat tenaga memenuhi keperluan tamu yang hadir.
  • Jangan menunjukkan sikap yang membuat tersinggung apabila tamu yang datang itu tidak kita inginkan.
  • Antarlah sampai ke pintu rumah apabila tamu telah berpamitan akan pulang.

Nah, itulah artikel tentang "Adab Bertamu Dan Menerima Tamu". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik. Wallahu a'lam bisshawab
"Gambar dan isi tulisan di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari berbagai sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu belajar untuk mengambil sisi positifnya ya sob!"

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Tata cara bertamu dan menerima tamu dalam Islam

    Adab Bertamu Dan Menerima Tamu Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Iqbal Ruhadian

    0 komentar:

    Post a Comment

    Apa komentar kamu?