Go Green

Ayat-ayat Allah Dan Hadits-hadits Rasulullah Seputar Riba

Ruh4dian - Sesungguhnya orang yang memperhatikan realita kondisi kaum muslimin pada saat ini, maka dia akan mendapati bahwasannya masih banyak di antara mereka yang meremehkan atau menggampangkan masalah riba, entah dengan memakannya, menjadi praktisi, menentukan hukum, mengambil pinjaman, menjadi saksi, penjamin, penulis, penganjur, pendorong atau pun pembantu dalam proses riba,. Seakan-akan urusan riba ini adalah merupakan suatu kebolehan atau merupakan hal yang makruh, atau sebuah kemaksiatan kecil saja. Mereka tidak tahu bahwa ia termasuk perbuatan dosa besar yang Allah telah mengumandangkan perang kepada para pelakunya di dunia dan di akhirat, Allah juga mengancam mereka dengan api neraka pada saat hari penghimpunandi hadapan-Nya. Dan yang lebih disayangkan lagi adalah, anda melihat bahwa banyak dari mereka, baik tua atau muda bahkan para wanita yang penampilan mereka mencerminkan orang yang intizalim (konsisten) dengan ajaran Islam, namun tetap saja mereka terlibat dalam dosa besar ini, menganggap remeh hal tersebut dan bahkan mungkin berlomba-lomba menuju ke sana. Maka akhirnya mereka terbelenggu oleh hutang yang tidak ada yang tahu kecuali hanya Allah, sebagaimana mereka juga telah terbelenggu dengan kemarahan Allah al-jabbar, dengan laknatnya, dan kelak terbe-lenggu dengan siksanya jika mereka tidak mau ber-taubat lalu taubatnya diterima oleh Allah. Oleh karena itu maka saya memandang perlu untuk menyajikan di hadapan anda saudara-saudaraku fillah, beberapa ayat dan hadist-hadist Nabi SAW, mudah-mudahan akan mencegah dan menghalangi kita dari dosa besar, wabah penyakit berbahaya dan keburukan yang sangat nyata ini (riba).

Firman-Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala Seputar Riba
  • Pemakan riba ada di antara syetan dan neraka
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikiaan itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum dating larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 275)
 
  • Harta riba terhalang dari barakah
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 276)

Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia menambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah.” (Al-Qur'an surat Ar-Ruum ayat 39)
 
  • Allah mengumandangkan perang kepada para pelaku riba
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 278-279)
 
  • Allah Subhanahu wa Ta’ala mengancam para pelaku riba dengan perjumpaan yang pasti dengan-Nya
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan periharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kemu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya.” (Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 281)
 
  • Allah Subhanahu wa Ta’ala mengancam para pelaku riba dengan api neraka
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah agar kamu mendapat keberuntungan. Danpeliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang kafir. Dan ta’atilah Allah dan Rasul, agar kamu diberi rahmat.” (Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 130-131)



Hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Seputar Riba
  • Semua yang terlibat dalam riba diancam dengan laknat
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Allah melaknat orang yang memakan Riba, yang memberi makan dengannya,kedua saksinya, dan penulisnya.” (Hadits riwayat Muslim)

Lalu Beliau bersabda: “Mereka semua itu adalah sama saja.” (Hadits riwayat Muslim)
 
  • Riba lebih parah daripada zina
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Satu dirham dari riba ayng dimakan oleh seseorang dan ia tahu itu (riba), maka lebih besar disisi Allah daripada berzina tiga puluh enam kali.” (Hadits riwayat Imam Ahmad dan Ath-Thabrani)
 
  • Riba mendatangkan adzab bagi seluruh umat
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila telah tampak perzinaan dan riba di suatu negeri, maka mereka berarti telah menghalalkan adzab dari Allah untuk diri mereka.” (Hadits riwayat Ath-Tharbani, Al-Hakim dan Hadits ini ada di Shahih Jami Al-Albani)
 
  • Orang yang mempraktekkan riba seakan-akan menzinahi ibunya
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Riba itu memiliki tujuh puluhan pintu, yang paling ringan adalah seperti seseorang yang menikahi ibunya sendiri.” (Hadits riwayat Al-Albani)
 
  • Riba itu sedikit meskipun terlihat banyak
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Riba meskipun banyak namun akibatnya akan menjadi sedikit.” (Hadits riwayat Al-Hakim, dalam Shahih Jami, Al-Albani)

  • Pelaku riba akan dimasukkan ke sungai darah
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Bahwasannya beliau didatangi oleh dua malaikat, lalu mereka berkata, “Marilah ikut bersama kami.”, hingga akhirnya dua malaikat itu membawa beliau ke sebuah sungai darah, di dalam sungai tersebut ada seseorang yang sedang berenang. Sementara itu di pinggir sungai ada orang lain yang menghadap ke bebatuan dan ia memandang ke arah orang yang berenang di tengah sungai. Jika orang yang di tengah sungai itu ingin keluar darinya maka laki-laki yang di pinggir kali melempari mulutnya dengan batu, sehingga ia kembali lagi ke tempatnya semula. Lalu Nabi Saw berkata, “Aku bertanya kepada dua malaikat tentang orang yang berada di sungai itu, maka mereka menjawab, “Adapun orang yang engkau datangi tadi yang berenang di sungai lalu mulutnya disumpal batu dia adalah pemakan riba.” (Hadits riwayat Bukhari)

  • Riba dengan syirik
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Riba memiliki lebih dari tujuh puluhan pintu, dan syirik juga demikian.” (Hadits riwayat Al-Bazzar, Ibnu Majah, dan ada di Shahihut Taghrib al-Albani)

  • Riba pertanda kiamat
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Menjelang kedatangan hari kiamat tampak (menyebar) riba, perzinaan dan khamar (minuman keras).” (Hadits riwayat Ath-Thabrani)
 
  • Pelaku riba telah menghalangi diri dari ampunan Allah
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Jauhilah oleh kalian semua dosa-dosa yang tidak diampuni.” Dan beliau menyebutkan salah satunya adalah memakan riba. (Hadits riwayat Ath-Thabrani)

  • Pelaku riba diancam akan diubah rupanya menjadi kera atau babi
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh akan ada sekelompok orang dari umatku yang berada dalam keburukan, kesombongan, permainan dan kesia-siaan, maka jadilah mereka itu kera dan babi-babi dengan sebab mereka menganggap halal apa-apa yang haram dan dengan sebab memakan riba.” (Hadits riwayat At-Targhib)
 
  • Rasulullah meletakkan riba di bawah telapak kakinya sebagai perendahan dan penghinaan terhadap para pelakunya, dan beliau menganggap sebagai perbuatan jahiliyah
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Ketahuilah bahwa segala perkara jahiliyah itu berada di bawah telapak kakiku, dan riba jahiliyah telah diletakkan (dihapuskan), dan riba pertama kali yang aku letakkan (aku hapus) adalah riba kami, riba Al-Abbas bin Abdul Muthalib, semua itu telah dihapuskan.” (Hadits riwayat Muslim)


Ya Allah, sungguh urusan-Mu telah sampai pada kami. Ya Allah saksikanlah, semoga keselamatan, rahmat dan berkah dari-Mu terlimpah kepada kami. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan seluruh sahabatnya. Wallahu a'lam bishshawwab
Gunakan tombol di bawah ini bila bermanfaat!