Saturday, July 6, 2013

Berbagai Macam Contoh Dosa Besar

Berbagai Macam Contoh Dosa Besar
Ruh4dian - Dosa besar yaitu suatu perbuatan yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala yang dampak buruk atau kerusakan yang ditimbulkannya cukup besar. Perilaku dosa besar merupakan perbuatan yang sudah jelas tidak terpuji atau merupakan akhlakul mazmunah (perilaku tercela) yang harus dihindari oleh setiap umat manusia, khususnya bagi kita seorang muslim, karena perbuatan tersebut dampaknya bisa sangat merugikan bagi orang lain dan juga tidak akan disenangi oleh masyarakat yang sadar akan aturan syariat agama Islam, selain itu juga akan membuat pelaku mengalami tekanan atau ketidaktenangan jiwa.

Selain itu, pelaku dosa besar yang tidak sempat taubat atau tidak segera bertaubat akan diancam hukuman di dunia dan azab yang berat di akhirat kelak, serta mendapat laknat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Adapun di antara berbagai bentuk atau contoh perbuatan dosa besar antara lain ialah, sebagai berikut.
    1. Syirik (menyekutukan Allah)

    Dalam istilah ilmu tauhid, syirik ialah menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sesuatu selain-Nya, baik dalam zat-Nya, sifat-sifat-Nya, perbuatan-Nya, maupun juga dalam hal ketaatan yang seharusnya ditujukan hanya kepada Allah saja. Orang yang melakukan syirik disebut dengan musyrik.

    Syirik merupakan dosa yang paling berat atau besar, sehingga pelakunya tidak akan memperoleh ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia (Allah) mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (Al-Qur'an surat An-Nisaa' ayat 48)



    2. Bunuh diri

    Bunuh diri merupakan suatu perbuatan mengakhiri hidup dengan menghilangkan nyawa diri sendiri secara sengaja. Bunuh diri termasuk ke dalam dosa besar karena hal tersebut menunjukkan prilaku putus asa atau tidak sabar dalam menghadapi ujian di dunia dan mendahului kehendak Allah Subhanahu wa Ta'ala. Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman dalam Al-Qur'an: "... Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu." (Al-Qur'an surat An-Nisaa' ayat 29)

    Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa menjatuhkan dirinya dari sebuah gunung sehingga membunuh dirinya, maka di neraka Jahannam dia (pun) menjatuhkan dirinya dari sebuah gunung. Dia akan tinggal di dalam neraka Jahannam selama-lamanya. Barangsiapa meminum racun sehingga membunuh dirinya, maka racunnya akan ada di tangannya. Dia akan meminumnya di dalam neraka Jahannam. Dia tinggal di dalam neraka Jahannam selama-lamanya. Barangsiapa membunuh dirinya dengan besi, maka besinya akan berada di tangannya. Di dalam neraka Jahannam dia akan menikam perutnya. Dia akan tinggal di dalam neraka Jahannam selama-lamanya." (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

    3. Riba

    Riba ialah tambahan (ziyadah) tanpa imbalan yang terjadi karena penangguhan dalam pembayaran yang di perjanjikan sebelumnya. Riba merupakan perbuatan dosa besar dan hukumnya jelas haram. Dan bagi para pelakunya, baik bagi yang memakannya, menjadi praktisi, penentu hukum, pengambil pinjaman, menjadi saksi, penjamin, penulis, penganjur, pendorong ataupun pembantu dalam proses riba, maka ia akan diperangi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, yakni Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dan ia akan mendapat siksa yang berat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik siksa di dunia maupun siksa di akhirat kelak.

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 278 dan 279)

    4. Membunuh seseorang mukmin dengan sengaja tanpa sebab yang syar'i

    Membunuh seseorang ialah perbuatan yang menyebabkan hilangnya nyawa pada seseorang. Membunuh seseorang mukmin dengan sengaja dengan tanpa sebab yang syar'i merupakan perbuatan yang biadab, bahkan meskipun yang ia bunuh adalah orang non-muslim sekali pun bila tanpa sebab syar'i maka dosanya besar, apalagi jika yang ia bunuh adalah seorang mukmin, maka hukumnya haram dan termasuk dosa besar. Pelaku dari pembunuhan tersebut akan mendapat murka dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan akan dikutuk oleh-Nya, serta dicampakkan ke dalam neraka jahanam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah (neraka) jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya." (Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 93)

    5. Durhaka terhadap orang tua

    Orang yang durhaka terhadap orang tua, baik itu kepada ibunya maupun bapaknya merupakan dosa besar. Di antara contoh-contoh perbuatan yang termasuk durhaka terhadap orang tua ialah membentak, menganiaya, berkata tidak sopan terhadap orang tua, sehingga dapat mengakibatkan orang tua sakit hati dan tertekan perasaannya. Selain itu, menelantarkan orang tua yang berada dalam kemiskinan atau ketika mereka (orang tua) memasuki usia lanjut pun merupakan bentuk dosa yang besar.
     
    Akibat buruk dari perilaku durhaka terhadap orang tua akan menimpa dan berdampak pada orang tua maupun kepada sang anak yang durhaka itu sendiri. Dari pihak orang tua, maka mereka akan mengalami berbagai penderitaan batin maupun lahir, sedangkan kepada anaknya yang durhaka, maka ia akan mendapat murka Allah Subhanahu wa Ta'ala yang berupa azab di dunia dan azab di akhirat.
     
    Islam memerintahkan agar seorang anak berkata sopan dan lemah lembut terhadap orang tuanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada kedua orang tuamu perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia." (Al-Qur'an surat Al-Isra ayat 23)

    6. Zina

    Zina ialah hubungan kelamin (persetubuhan) antara laki-laki dan perempuan di luar pernikahan yang sah. Zina termasuk dosa besar, karena akibat buruk atau bahaya yang dapat ditimbulkan zina sungguh sangat besar. Zina juga termasuk perbuatan orang yang tidak beradab dan keji yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Dan janganlah kamu mendekati zina sesungguhnya zina itu ialah sesuatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Al-Qur'an surat Al-Isra ayat 32)
     
    7. Qazaf

    Qazaf ialah menuduh orang lain melakukan zina, tanpa adanya saksi-saksi yang dibenarkan oleh ketentuan hukum Allah (syara'). Qazaf termasuk dalam perbuatan keji yang hukumnya diharamkan dan merupakan salah satu dosa besar. Hal ini karena qazaf (menuduh zina), akan mendatangkan kerugian dan bencana, baik kepada orang yang dituduh beserta keluarganya maupun bagi yang menuduh. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik (berzina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka delapan puluh kali, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik, kecuali mereka bertaubat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), mska sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (Al-Qur'an surat An-Nur ayat 4 dan 5)

    Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Al-Qur'an surat An-Nur ayat 19)

    8. Mencuri dan merampok

    Mencuri ialah mengambil harta orang lain dengan jalan sembunyi-sembunyi atau diam-diam. Mencuri merupakan salah satu bentuk dosa besar yang wajib diberi hukuman di dunia, yaitu dengan cara dipotong tangannya. Sedangkan merampok ialah perbuatan merampas harta orang lain yang terkadang disertai dengan kekerasan, ancaman dan bahkan pembunuhan. Perbuatan-perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang membuat masyarakat menjadi gelisah atau bahkan merasa khawatir dan ketakutan. Sehingga perbuatan tersebut hukumnya termasuk dosa besar. 

    9. Mengkonsumsi makanan maupun minuman yang diharamkan Allah

    Makanan atau minuman yang dengan tegas diharamkan dalam Al-Qur'an (firman Allah Subhanahu wa Ta'ala) dan Hadits (perkataan, perbuatan, ketetapan dan persetujuan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang dijadikan landasan syariat Islam), maka setiap orang yang mengkonsumsinya dianggap melakukan dosa besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala, dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (Mengundi nasib dengan anak panah itu) ialah kefasikan." (Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 3)
     
    Adapun minuman yang diharamkan yaitu setiap minuman yang memabukkan dan menutupi atau menghalangi akal sehat peminumnya dari mengerjakan perintah-perintah Allah dan rasul-Nya, seperti minuman beralkohol. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Setiap yang memabukkan ialah khamr dan setiap yang memabukkan ialah haram." (Hadits riwayat Abu Dawud)
     
    Berdasarkan hadits di atas hukum mengkonsumsi khamar ialah haram dan termasuk dosa besar seperti dijelaskan juga dalam Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 90 dan 91: "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat, maka tidakkah kamu mau berhenti?"

    Solusi untuk menghindari berbagai macam perbuatan dosa besar

    Setiap manusia diwajibkan untuk menghindari perbuatan dosa besar, karena hal itu merupakan sesuatu yang sangat dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan merupakan bentuk ketidaktaatan kepada-Nya, sehingga sebagai mana kita ketahui bahwa para pelaku dosa besar akan menerima balasan atas perbuatannya, yakni berupa azab yang berat lagi pedih, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sedangkan bagi orang-orang yang tidak melakukan atau bahkan menjauhi diri dari melakukan dosa besar, maka Allah akan memasukannya ke dalam surga. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)." (Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 31).  

    Nah, adapun solusi atau cara menghindari diri dari perbuatan dosa besar dalam kehidupan sehari-hari antara lain ialah, sebagai berikut.
    • Niat dan tekad yang kuat untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
    • Senantiasa memperbaiki diri ke arah yang lebih baik lagi.
    • Berdo'a kepada Allah Azza wa Jalla agar diistiqamahkan (konsisten) dalam berbuat kebaikan dan dijauhkan dari perbuatan dosa besar.
    • Selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik dengan cara mengingat kebesaran-Nya maupun dengan cara lainnya yang membuat diri kita merasa semakin dekat dengan-Nya.
    • Sadari bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar, baik itu di tempat yang paling tersembunyi sekalipun, jadi kita harus menyadari bahwa hidup kita ada dalam pemantauannya.
    • Percaya dengan sepenuhnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwasannya Dialah yang mengatur kehidupan, memberikankan rezeki dan pemilik kekuatan yang sangat kokoh.
    • Senantiasa taat dan patuh serta berbakti terhadap kedua orang tua karena Allah.
    • Mempelajari, menghayati dan mengamalkan ilmu pengetahuan agama Islam yang kita pelajari selama ini.
    • Mendatangi majlis-majlis taklim atau mendengar kajian tentang agama Islam yang baik dan benar.
    • Senantiasa mendatangi tempat ibadah (masjid), untuk shalat dan melakukan kebaikan dan kebenaran lainnya.
    • Mencari lingkungan yang baik dan snantiasa bergaul dengan orang-orang shaleh yang mempunyai ilmu pengetahuan agama Islam yang luas.
    • Mnanamkan rasa cinta dan kasih sayang terhadap sesama.

    Nah, itulah artikel tentang "Berbagai Macam Contoh Dosa Besar". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik. Wallahu a'lam bisshawab
    "Gambar dan isi tulisan di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari berbagai sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu belajar untuk mengambil sisi positifnya ya sob!"

    Kata kunci terkait pada artikel ini:

    Macam-macam contoh prilaku yang termasuk dosa besar

    Berbagai Macam Contoh Dosa Besar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Iqbal Ruhadian

    0 komentar:

    Post a Comment

    Apa komentar kamu?