Wednesday, July 31, 2013

Sunnah Rasulullah Yang Jarang Dilakukan Oleh Sebagian Umat Muslim

Sunnah Rasulullah Yang Jarang Dilakukan Oleh Sebagian Umat Muslim
Ruh4dian - Sunnah ialah segala perkataan, perbuatan, ketetapan dan persetujuan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang dijadikan landasan syariat Islam. Sunnah pula berarti sesuatu yang jika dilakukan, maka pelakunya mendapat pahala dan tidak ada dosa bagi pelaku yang meninggalkannya. Akan tetapi, mengikuti sunnah memiliki banyak keistimewaan dan kelebihan, seperti kelak di padang mahsyar (akhirat) seseorang yang senantiasa mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam akan mendapatkan naungan, berada di surga bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan yang paling tinggi adalah mendapat cinta dan kasih dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, baik di dunia maupun di akhirat.

Namun demikian, banyak dari sebagian umat muslim yang kita lihat pada zaman sekarang ini yang sering sekali melewatkan sunnah, entah karena tidak mengetahui atau tidak mau tahu, yang jelas kita harus selalu mendo'akan kebaikan untuk saudara-saudara satu muslim kita. Nah, adapun beberapa di antara sunnah-sunnah Nabi Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang jarang dilakukan oleh sebagian umat muslim, ialah sebagai berikut.

1. Mengucapkan salam kepada sesama umat muslim termasuk anak-anak

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru radhiyallahu anhu, ia menceritakan: ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’ Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, ‘Kamu memberikan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu anhu bahwa ia menuturkan: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berjalan melewati kumpulan anak-anak, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka semua.” (Hadits riwayat Muslim)


2. Mendahulukan kaki kanan saat hendak memakai sandal dan mendahulukan kaki kiri saat hendak melepasnya

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan, dan jika melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakai keduanya sama sekali.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

3. Berwudhu sebelum tidur dan tidur dengan posisi miring ke arah kanan

Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah seperti hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan nabi yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah do'a ini sebagai akhir perkataanmu.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

4. Shalat istikharah

Diriwayatkan oleh Jabir radhiyallahu anhu bahwa ia berkata: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Al-Qur`an kepada kami.” (Hadits riwayat Al-Bukhari)

5. Membersihkan mulut (bersiwak/membersihkan gigi dengan sejenis ranting kayu khusus atau menggosok gigi)

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Siwak dapat membersihkan mulut dan sarana untuk mendapatkan rido Allah.” (Hadits riwayat Ahmad dan An-Nasa`i)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: “Andaikata tidak memberatkan umatku niscaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Bersiwak disunahkan setiap saat, tetapi lebih sunnah lagi saat hendak berwudhu, shalat, membaca Al-Qur`an, saat bau mulut berubah, baik saat berpuasa ataupun tidak, pagi maupun sore, saat bangun tidur, dan hendak memasuki rumah.


6. Berwudhu sebelum mandi besar (mandi junub)

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anhu: “Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ingin mandi besar, maka beliau membasuh tangannya terlebih dahulu, lalu berwudhu seperti hendak shalat, kemudian memasukkan jemarinya ke air dan membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menuangkan air tiga ciduk ke kepalanya dengan menggunakan tangannya, lalu mengguyur semua bagian tubuhnya.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

7. Berbuka puasa dengan beberapa buah kurma atau beberapa teguk air

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka beliau hanya meminum beberapa teguk air.” (Hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

8. Bersegera tidur selesai shalat isya` dan tidak bergadang

Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak suka tidur sebelum shalat isya` dan tidak suka begadang setelah shalat isya`. Namun, hal ini berlaku jika tidak ada keperluan saat begadang. Tetapi jika ada keperluan, seperti belajar, mengobati orang sakit dan lain-lain maka itu diperbolehkan.

9. Mengikuti bacaan muadzin dan bershalawat setelahnya

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr radhiyallahu anhu bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian mintakan wasilah untukku, karena wasilah merupakan tempat di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan wasilah untukku maka ia akan mendapatkan syafaatku (di akhirat kelak).” (Hadits riwayat Muslim)

10. Membuat pembatas saat hendak shalat fardhu atau shalat sunnah

Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Ketika kalian hendak shalat, maka buatlah pembatas di depannya dan majulah sedikit, dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya, maka hendaknya dia menghalanginya karena orang itu adalah setan.” (Hadits riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Rasulullah menancapkan tombak di depannya, lalu shalat di belakang tongkat itu.” (Hadits riwayat Al-Bukhari)


11. Meminta izin tiga kali ketika bertamu

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Adab meminta izin itu hanya tiga kali, jika tidak diizinkan maka seseorang harus pulang.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Jika tidak mendapatkan izin dari tuan rumah, maka konsekuensinya ialah kita harus pergi. Namun, banyak sekali orang yang marah-marah jika mereka bertamu tanpa ada perjanjian sebelumnya, lalu pemilik rumah tidak mengizinkannya masuk. Mereka tidak bisa memaklumi, mungkin pemilik rumah memiliki uzur sehingga tidak bisa memberi izin. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Qur'an surat An-Nuur ayat 28).


12. Berdo'a saat memakai pakaian baru maupun benda-benda bermanfaat lainnya

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam jika mengenakan pakaian baru, maka beliau menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian beliau membaca, 'Ya Allah, hanya milik-Mu semua pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.'.” (Hadits riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Nah, itulah artikel tentang "Sunnah Rasulullah Yang Jarang Dilakukan Oleh Sebagian Umat Muslim". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik. Wallahu a'lam bisshawab
"Gambar dan isi tulisan di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari berbagai sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu belajar untuk mengambil sisi positifnya ya sob!"

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Nasihat dan prilaku Rasulullah yang sering dilewatkan oleh sebagian orang Islam

Sunnah Rasulullah Yang Jarang Dilakukan Oleh Sebagian Umat Muslim Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Iqbal Ruhadian

0 komentar:

Post a Comment

Apa komentar kamu?