Go Green

Sunah-sunah Rasulullah Yang Jarang Dilakukan Oleh Sebagian Umat Muslim

Ruh4dian - Sunah ialah segala perkataan, perbuatan, ataupun persetujuan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Sunah pula berarti sesuatu yang pelakunya mendapat pahala dan tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya.

Sunah-sunah Rasulullah Yang Jarang Dilakukan Oleh Sebagian Umat Muslim

Adapun beberapa di antara sunah-sunah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam yang jarang dilakukan oleh sebagian umat muslim, ialah sebagai berikut.
  • Mengucapkan salam kepada sesama umat muslim termasuk anak-anak
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu, ia menceritakan: ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Kamu memberikan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa ia menuturkan: “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan melewati kumpulan anak-anak, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka semua.” (Hadits riwayat Muslim).

  • Mendahulukan kaki kanan saat hendak memakai sandal dan mendahulukan kaki kiri saat hendak melepasnya
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan, dan jika melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakai keduanya sama sekali.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

  • Berwudhu sebelum tidur dan tidur dengan posisi miring ke arah kanan
Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah seperti hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan nabi yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim).
 
  • Shalat istikharah
Diriwayatkan oleh Jabir Radhiyallahu Anhu bahwa ia berkata: “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Al-Qur`an kepada kami.” (Hadits riwayat Al-Bukhari).

  • Bersiwak (menggosok gigi dengan kayu siwak)
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Siwak dapat membersihkan mulut dan sarana untuk mendapatkan rido Allah.” (Hadits riwayat Ahmad dan An-Nasa`i).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda: “Andaikata tidak memberatkan umatku niscaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

Bersiwak disunahkan setiap saat, tetapi lebih sunah lagi saat hendak berwudhu, shalat, membaca Al-Qur`an, saat bau mulut berubah, baik saat berpuasa ataupun tidak, pagi maupun sore, saat bangun tidur, dan hendak memasuki rumah.

  • Berwudhu sebelum mandi besar (mandi junub)
Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anhu: “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ingin mandi besar, maka beliau membasuh tangannya terlebih dahulu, lalu berwudhu seperti hendak shalat, kemudian memasukkan jemarinya ke air dan membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menuangkan air tiga ciduk ke kepalanya dengan menggunakan tangannya, lalu mengguyur semua bagian tubuhnya.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

  • Berbuka puasa dengan beberapa buah kurma atau beberapa teguk air
Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbuka puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka beliau hanya meminum beberapa teguk air.” (Hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

  • Bersegera tidur selesai shalat isya` dan tidak bergadang
Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak suka tidur sebelum shalat isya` dan tidak suka begadang setelah shalat isya`. Namun, hal ini berlaku jika tidak ada keperluan saat begadang. Tetapi jika ada keperluan, seperti belajar, mengobati orang sakit dan lain-lain maka itu diperbolehkan.

  • Mengikuti bacaan muadzin dan bershalawat setelahnya
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian mintakan wasilah untukku, karena wasilah merupakan tempat di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan wasilah untukku maka ia akan mendapatkan syafaatku (di akhirat kelak).” (Hadits riwayat Muslim).

  • Membuat pembatas saat hendak shalat fardhu atau shalat sunah
Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Ketika kalian hendak shalat, maka buatlah pembatas di depannya dan majulah sedikit, dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya, maka hendaknya dia menghalanginya karena orang itu adalah setan.” (Hadits riwayat Abu dawud dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma, ia berkata: “Rasulullah menancapkan tombak di depannya, lalu shalat di belakang tongkat itu.” (Hadits riwayat Al-Bukhari).

  • Meminta izin tiga kali ketika bertamu
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Adab meminta izin itu hanya tiga kali, jika tidak diizinkan maka seseorang harus pulang.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Jika tidak mendapatkan izin dari tuan rumah, maka konsekuensinya ialah kita harus pergi. Namun, banyak sekali orang yang marah-marah jika mereka bertamu tanpa ada perjanjian sebelumnya, lalu pemilik rumah tidak mengizinkannya masuk. Mereka tidak bisa memaklumi, mungkin pemilik rumah memiliki uzur sehingga tidak bisa memberi izin. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Qur'an surat An-Nuur ayat 28).

  • Berdoa saat memakai pakaian baru
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu ia berkat: “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika mengenakan pakaian baru, maka beliau menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian beliau membaca, 'Ya Allah, hanya milik-Mu semua pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.'.” (Hadits riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Wallahu a'lam bishshawwab
Gunakan tombol di bawah ini bila bermanfaat!