Tuesday, July 23, 2013

Gangguan Dan Kelainan Pada Mata (Indera Pengelihatan) Manusia

Ruh4dian - Mata sebagai indra pengelihatan dapat mengalami berbagai gangguan maupun kelainan dan penyakit.

Gangguan Pada Mata (Indra Pengelihatan) Manusia

Adapun beberapa di antara gangguan maupun kelainan dan penyakit pada indra pengelihata manusia ialah, sebagai berikut.
  • Astigmatisma
Astigmatisma ialah cacat mata yang disebabkan kecembungan kornea tidak rata, sehingga sinar sejajar yang datang tidak dapat dofokuskan ke satu titik.

  • Buta Warna
Buta warna merupakan gangguan pengelihatan mata yang bersifat menurun. Penderita buta warna tidak dapat membedakan warna-warna tertentu, misalnya warna biru, merah, atau hijau.

  • Hemeralopi
Hemeralopi ialah kelaianan yang disebabkan karena kekurangan vitamin A. Hemeralopi disebut pula rabun senja, karena mata tidak mampu melihat pada waktu senja hari. Keadaan seperti itu apabila dibiarkan terus berlanjut, maka akan mengakibatkan kornea mata rusak dan dapat menyebabkan kebutaan.

  • Hipermetropi
Hipermetropi ialah cacat mata yang disebabkan lensa mata terlalu pipih, sehingga bayangan jatuh di belakang bintik kuning. Hipermetropi disebut pula rabun dekat, karena mata tidak dapat melihat jelas pada jarak yang dekat. Pencerita hipermetropi hanya mampu melihat jelas pada jarak yang jauh.

  • Miopi
Miopi ialah cacat mata yang disebabkan lensa mata terlalu cembung, sehingga bayangan jatuh di depan bintik kuning (retina). Miopi disebut pula rabun jauh, karena mata tidak dapat melihat jelas pada jarak yang jauh. Penderita miopi hanya mampu melihat jelas pada jarak yang dekat.

  • Katarak
Katarak ialah cacat mata yang disebabkan pengapuran pada lensa mata, sehingga pengelihatan menjadi kabur dan daya akomodasi berkurang. Pada umumnya katarak terjadi pada orang yang lanjut usia (sudah tua).

  • Presbiop
Presbiop disebabkan lensa mata terlalu pipih dan daya akomodasi mata sudah lemah, sehingga pengelihatan tidak dapat memfokuskan bayangan benda yang berada dekat dengan  mata. Presbiop umumnya terjadi pada orang yang berusia lanjut (sudah tua).