Go Green

Gangguan Dan Kelainan Pada Sistem Gerak Manusia

Ruh4dian - Sistem gerak pada manusia tersusun atas rangka dan otot. Rangka merupakan alat gerak pasif yang tersusun atas tulang-tulang dengan berbagai bentuk. Sedangkan otot merupakan alat gerak aktif.

 Gangguan Pada Sistem Gerak Manusia

Sistem gerak manusia terkadang mengalami gangguan maupun kelainan dan penyakit. hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya kelainan sejak lahir, karena makanan, kebiasaan yang salah, maupun kecelakaan. Berikut di antara gangguan maupun kelainan dan penyakit pada sistem gerak manusia.
  • Artritis
Artritis merupakan penyakit sendi. Penderita penyakit ini mempunyai tulang rawan sendi yang rusak. Kerusakan ini menyebabkan sendi menjadi terasa sakit dan bengkok. Terkadang sendi yang terkena artritis tidak dapat digerakkan. salah satu bentuk artritis ialah rematik.
 
  • Fraktura (patah tulang)
Meskipun kuat dan lentur, tulang-tulang pun bisa mengalami fraktura. Jika tulang patah tetapi bagian ujung yang patah tidak menembus kulit, maka itu disebut dengan fraktura tertutup. Tetapi jika ujung tulang yang patah keluar menembus kulit, maka itu disebut dengan fraktura terbuka.
  • Kifosis
Kifosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan di bagian dada ke arah belakang. Orang yang mengalami kelainan ini tubuhnya terlihat bungkuk. Kifosis dapat disebabkan karena penyakit (misalnya penyakit TBC dan riketsia) atau kebiasaan yang salah.

  • Lordosis
Lordosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebih ke arah depan di bagian pinggang. Orang yang mengalami kelainan ini pinggangnya terlihat lebih menonjol ke depan. Lordosis dapat disebabkan karena perut penderitanya yang terlalu besar (misalnya karena hamil atau kegemukan), riketsia, atau karena kebiasaan yang salah.

  • Skoliosis
Skoliosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang ke arah samping. Skoliosis dapat disenankan oleh polio atau kebiasaan yang salah.
 
  • Osteoporosis
Osteoporosis terjadi karena kekurangan mineral. Osteoporosis umumnya terjadi pada orang dewasa. Orang dewasa biasanya menghasilkan lebih sedikit hormon, sehingga osteoblast sebagai pembentuk tulang kurang aktif, dan masa tulang pun menjadi berkurang. Tulang yang kekurangan mineral menjadi rapuh dan mudah patah.

  • Riketsia
Riketsia terjadi karena kekurangan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium dan fosfor dari darah hingga pengerasan tulang. Riketsia menyebabkan tulang kaki membengkok. Penyakit ini umumnya terjadi pada anak-anak.
Gunakan tombol di bawah ini bila bermanfaat!