Friday, July 5, 2013

Ketentuan Hukum Islam Tentang Zakat

Ruh4dian - Zakat secara bahasa berarti tumbuh subur, bersih. Sedangkan secara istilah mengeluarkan benda sebagai sedekah wajib sesuai dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada orang-orang yang telah memenuhi syarat-syaratnya dan sesuai dengan ketentuan hukum islam. Hal ini sesuai dengan manfaat zakat, baik bagi muzaki (pemberi zakat) maupun mustahik (penerima zakat). Fungsi zakat ialah mensucikan jiwa dan harta.

Kewajiban mengeluarkan zakat sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 103: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." 

Macam-macam Zakat 
1. Zakat Fitrah
Zakat fitrah ialah sedekah wajib yang dikeluarkan menjelang Idul Fitri dengan beberapa ketentuan dan persyaratan. Syarat-syarat zakat fitrah ialah sebagai berikut.
  • Beragama Islam.
  • Hidup dan lahir sebelum terbenam matahari pada hari penghabisan bulan Ramadhan.
  • Memiliki kelebihan harta dari keperluan makanan (pada malam hari raya dan siang harinya).

2. Zakat Mal (Harta)
Zakat mal ialah zakat harta yang wajib dikeluarkan dengan syarat tertentu, yaitu telah mencapai nisab dan haul. Benda yang wajib dizakati antara lain, sebagai berikut.
  • Emas, perak, uang.
  • Harta perniagaan.
  • Hewan ternak.
  • Buah-buahan dan hasil pertanian.
  • Barang tambang dan harta rikaz (harta temunan).

Syarat-syarat zakat mal antara lain, sebagai beikut.
  • Pemiliknya orang Islam.
  • Milik pribadi.
  • Mencapai nisab.
  • Telah dimiliki selama 1 tahun.

Nisab harta benda yang wajib dizakati ialah sebagai berikut.
No Jenis Harta Nisab Besarnya Zakat
1 Emas 93,6 gram 2,5%
2 Perak 624 gram 2,5%
3 Uang kontan Senilai emas, 93,6 gram 2,5%
4 harta perniagaan Senilai emas, 93,6 gram 2,5%
5 Sapi/Kerbau 30-39 ekor
40-59 ekor
1 ekor anak sapi/kerbau umur 1 tahun
1 ekor anak sapi/kerbau umur 2 tahun
7 Kambing 40-120 ekor
121-300 ekor
1 ekor anak domba betina umur 1 tahun
2 ekor anak domba betina umur 1 tahun
9 Hasil pertanian 930 liter 5% dengan pengairan
10% tanpa pengairan
10 Harta rikaz Tidak ada 20%

Peran Zakat dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Pengelolaan zakat yang baik dan berdasarkan iman dan takwa serta keterbukaan dan kepastian hukum, maka akan dapat meningkatkan fungsi dan peranan keagamaan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksanan." (Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 60)

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa penerima zakat ialah, sebagai berikut.
  • Fakir, yaitu orang yang sama sekali tidak mempunyai pekerjaan dan penghasilan.
  • Miskin, yaitu orang yang mempunyai pekerjaan akan tetapi hasilnya belum dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.
  • Amil zakat, yaitu orang yang mengurusi dan menjadi panitia zakat.
  • Muallaf, yaitu orang yang baru masuk islam dan masih lemah imannya sehingga butuh pendekatan.
  • Riqab (hamba sahaya), yaitu budak yang dijanjikan oleh tuannya untuk dimerdekakan.
  • Garim, yaitu orang yang terlilit hutang sehingga harapan untuk membayarnya sangat kecil.
  • Sabilillah, yaitu perjuangan untuk kepentingan syiar agama Islam.
  • Ibnu sabil, yaitu orang yang bepergian jauh dan tidak untuk maksiat tetapi kehabisan bekal.

Hikmah Dari Pelaksanaan Zakat

Di antara hikmah zakat ialah, sebagai berikut.
  • Menolong orang yang lemah dan susah, agar dia dapat menunaikan kewajibannya terhadap Allah dan terhadap sesamanya.
  • Membersihkan diri dari sifat kikir dan akhlak tercela.
  • Sebagai ucapan syukur dan terima kasih atas nikmat kekayaan yang diberikan kepadanya.
  • Terjalin persaudaraan dan kepedulian orang kaya terhadap orang miskin.

Wallahu a'lam bishshawwab