Saturday, July 27, 2013

Ketentuan Hukum Islam Tentang Wakaf

Ketentuan Hukum Islam Tentang Wakaf
Ruh4dian - Wakaf secara bahasa berarti berhenti. Sedangkan secara Istilah ialah memutuskan hak pribadi pemilikan atau penggunaan atas suatu benda untuk kepentingan umum dengan tujuan mendapatkan rido Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (Al-Qur'an surat Ali-Imran ayat 92)

Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam besabda: "Apabila seorang meninggal dunia maka putuslah semua amalnya, kecuali tiga hal, yaitu: sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang saleh yang mendoakan orang tuanya." (Hadits riwayat Jamaah, kecuali Bukhari dan Ibnu Majah)


Rukun wakaf
  • Orang atau pihak yang berwakaf (wakif).
  • Barang atau harta yang diwakafkan (maukuf).
  • Pihak penerima wakaf (nadzir atau maukuf 'alaih).
  • Lafal atau ucapan wakaf.

Syarat wakaf 
  • Orang atau pihak yang berwakaf (wakif):
  • Sudah baligh dan berakal sehat.
  • Atas kemauan sendiri dan tidak ada unsur paksaan.
  • Bila wakif dari suatu lembaga atau organisasi harus ada persetujuan anggota.
  • Pihak yang menerima wakaf (nadzi atau maukuf 'alaih): 
  • Beragama Islam.
  • Sudah baligh dan berakal sehat.
  • Dapat dipercaya.
  • Mampu melaksanakan amanat wakif.
  • Bila nadzir dari suatu lembaga harus berorientasi pada kepentingan umum.
  • Syarat harta yang diwakafkan atau maukuf:
  • Jelas status hukum.
  • Tidak mudah rusak dan bernilai pakai.
  • Lafal atau ucapan wakaf:
  • Adanya ijab dan qabul.
  • Tidak tergantung syarat lain.

Hukum wakaf

Pada dasarnya hukum wakaf ialah boleh dilaksanakan, akan tetapi bisa berkembang menjadi sunnah bagi yang mampu, bahkan menjadi haram atau makruh tergantung pada tujuannya.

Apabila dilihat dari segi benda yang diwakafkan dibedakan menjadi dua, yaitu benda-benda yang bergerak dan tidak bergerak. Sedangkan dilihat dari pihak yang mewakafkan dibedakan menjadi dua, yaitu khusus dan umum. Khusus artinya benda tersebut milik pribadi dan umum artinya benda tersebut milik kelompok atau golongan.

Hikmah dari pelaksanaan wakaf
  • Menghimpun dana bagi pengembangan dan kelangsungan syiar agama Islam.
  • Memberikan kesempatan bagi Aghniya' (orang yang mempunyai banyak harta atau orang kaya) untuk beramal jariyah yang waktunya relatif lama.
  • Memperkecil kesenjangan sosial karena sebagai bentuk sadaqah.
  • Dicintai manusia dan Allah Subhanahu wa Ta’ala karena wakaf merupakan bentuk perbuatan baik.


Nah, itulah artikel tentang "Ketentuan Hukum Islam Tentang Wakaf". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik. Wallahu a'lam bisshawab
"Gambar dan isi tulisan di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari berbagai sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu belajar untuk mengambil sisi positifnya ya sob!"

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Hukum dan ketentuan wakaf di dalam Islam

    Ketentuan Hukum Islam Tentang Wakaf Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Iqbal Ruhadian

    0 komentar:

    Post a Comment

    Apa komentar kamu?