Tuesday, July 16, 2013

Membuat Anak Bergairah Dan Semangat Belajar

Ruh4dian - Tidak satu pun orang tua yang menginginkan anak-anaknya menjadi orang bodoh. Oleh karena itu, mereka cenderung mendorong anaknya agar giat belajar dan membaca. Namun, tidak semua keinginan baik orang tua terwujudkan. Keteladanan orang tua terhadap minat baca pada ilmu pengetahuan juga berpengaruh besar sekali. Misalnya, orang tua membaca buku atau majalah, maka anak-anak akan cenderung melihat-lihat apa yang dipegang orang tua.

 Membuat Anak Bergairah Dan Semangat Belajar

Bimbingan yang diberikan kepada anak usia sekolah dasar dan sekolah lanjutan pertama masih relatif kurang. Orang tua atau pun guru lebih banyak memilih sikap keras, bahkan otoriter daripada bersikap lunak terhadap anak. Sikap semacam ini cepat atau lambat akan mengakibatkan anak kehilangan minat belajar dan tidak bersemangat untuk menggali ilmu pengetahuan.  Anak pun jadi malas belajar dan jatuh prestasinya. Bahkan, akibat jangka panjangnya minat belajar anak bisa padam karena merasa dirinya tidak sanggup belajar.

Marry Sue Miller, seorang psikolog, mengatakan, "Jika orang tua selalu memaksa anak, maka akibatnya anak bisa stres dan minat belajarnya akan padam."

Menurut Ki Hajar Dewantara, pada hakikatnya, orang tua adalah pemegang kunci sentral terhadap pendidikan anaknya. Oleh karena itu, orang tua hendaknya memahami tentang bagaimana cara membangkitkan dan mempertahankan minat belajar anak.


Dalam kondisi apa pun, orang tua perlu senantiasa berupaya membimbing dan mengarahkan minat belajar anak melalui langkah-langkah berikut.
  • Jadikan anak sebagai tokoh sentral
Pada fase ini, orang tua harus selalu memiliki pandangan yang baik dan positif terhadap anaknya. Kebiasaan menganggap atau pun mengatakan "anak bodoh" harus segera dihilangkan. Tanamkan  anggapan bahwa anak Anda adalah sosok yang haus ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, sediakan sarana dan prasarana yang memadai. Buku-buku bacaan memiliki peran penting. Tetapi, harus diingat bahwa bacaan harus disesuaikan dengan kemampuan, latar belakang dan kesukaan anak. Bacaan-bacaan itu juga harus menjadi bahan untuk mengadakan bimbingan.

  • Ciptakan suasana kompetitif
Suasana kompetitif di kalangan anak-anak sangatlah menyenangkan. Apalagi, bila ada bonus yang diberikan oleh orang tua untuk mereka. Hal tersebut akan mendorong anak untuk lebih bersemangat lagi. Orang tua tentu harus mampu mengarahkan pada kompetisi yang sehat dan sportif.

  • Sediakan fasilitas
Fasilitas belajar, sarana dan tempat yang rapi, bersih serta teratur akan membuat anak betah belajar dalam tempat tersebut. Fasilitas yang nyaman dan menyenangkan akan membuat anak leluasa dan berfikir dengan tenang.

  • Sediakan snack dan minuman ringan yang bergizi
Belajar, membaca, berfikir atau pun menulis merupakan pekerjaan yang tidak kelihatan membutuhkan energi yang cukup banyak. Namun, dapat menyebabkan rasa bosan, lelah dan pudar semangat. Oleh karena itu, menyediakan cemilan dan minuman ringan akan berguna sekali sebagai refreshing. Selain akan membuat daya tahan tubuh tetap terjaga, juga dapat mengurangi perasaan lelah, bosan dan penat. Bahkan, akan menjadikan suasana belajar bertambah menyenangkan.

  • Jangan membuat kegaduhan
Selama anak belajar, usahakan untuk membuat suasana yang tenang. Sebab, anak membutuhkan ketenangan dalam berkonsentrasi. Orang tua tidak boleh bersikap masa bodoh dengan urusan anak, tetapi justru menunjukkan perhatian dengan mendampingi anak selama belajar. Jika orang tua harus berbincang di dekat anak yang belajar hendaknya tidak dengan volume suara yang keras. Karena hal tersebut akan membuyarkan konsentrasi dan membuat anak yang sedang belajar menjadi patah semangat.

  • Mengajak diskusi santai
Alangkah baiknya, di saat anak sedang belajar, orang tua mendampingi atau tidak jauh-jauh dari anak. Hal ini untuk menjaga apabila anak mengalami kesulitan, maka orang tua bisa membantunya. Ketika anak hampir selesai dan mulai rileks, sambil merapikan buku-buku dan peralatannya, ajaklah anak mendiskusikan pelajaran yang baru saja dipelajarinya. Jangan langsung membuat pertanyaan-pertanyaan seperti menguji. Tetapi, ajaklah anak untuk menceritakan isi bacaan atau topik pelajaran yang baru saja dipelajari dengan tetap menjaga suasana santai. Hal ini akan membuat anak tidak merasa terbebani.

Upaya maksimal orang tua akan menempatkan posisinya di mata anak-anak sebagai sosok yang terhormat. Sebab, perhatian yang dicurahkan akan mampu membangkitkan semangat untuk giat belajar. Perasaan yang timbul dalam diri anak yang senantiasa mendapat perhatian orang tuanya akan membuat anak mampu mengembangkan potensinya dengan baik dan mengantarnya pada prestasi yang membanggakan. Pada akhirnya, akan tercipta keharmonisan keluarga, khususnya hubungan orang tua dengan anak.