Saturday, July 13, 2013

Muhrim Bagi Kaum Wanita Dalam Islam

Muhrim Bagi Kaum Wanita Dalam Islam
Ruh4dian - Wanita dapat terlihat zinat (perhiasannya) oleh orang-orang tertentu. Di luar itu, mereka harus berbusana lengkap, hanya muka dan telapak tangan saja yang boleh terlihat. Dalam Al-Qur'an surat An-Nur ayat 31 diterangkan, "Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali kepada..."

Orang-orang yang disebutkan ialah, sebagai berikut.
  • Suami.
  • Ayah.
  • Anak kandung.
  • Ayah suami atau mertua.
  • Anak suami atau anak tiri.
  • Saudara kandung.
  • Anak saudara kandung laki-laki atau keponakan laki-laki.
  • Anak saudara kandung perempuan atau keponakan perempuan.
  • Wanita muslimah.
  • Hamba sahaya yang mereka miliki (sekarang sudah tidak ada).
  • Pelayan laki-laki yang tidak punya keinginan (terhadap wanita), hubungan sudah dianggap orang tua dan anak sendiri.
  • Anak-anak yang belum mengerti aurat wanita.

Kita berharap kaum wanita tidak terjebak oleh upaya eksploitasi, dengan berbagai gaya hidup permissive (serba boleh) dan hedonistik (sekadar menikmati  kesenangan hidup), yang menggodanya dengan disadari atau tidak, dari faktor internal (dalam) dan eksternal (luar) diri.

Mari kita jadikan hidup ini sebagai ladang beramal saleh, dan semoga kita termasuk orang-orang yang difirmankan Allah dalam ayat berikut. "Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal." (Al-Qur'an surat 'Ankabut ayat 58)


Wallahu a'lam bishshawwab