Go Green

Upaya Setan Dalam Menggoda Manusia

Upaya Setan Dalam Menggoda Manusia
Ruh4dian - Setan merupakan makhluk yang kerjanya mengajak menusia kepada perbuatan yang salah (melanggar perintah Allah atau melakukan apa yang dilarang-Nya). Oleh sebab itu, kita sebagai umat manusia harus senantiasa menghindari ajakan atau godaannya. Adapun upaya setan dalam menggoda manusia ialah, sebagai berikut.
 
1. Terperangkap Angan-angan
 
Setan akan berupaya sekuat tenaga untuk menyakinkan korbannya agar mereka terperangkap angan-angan. Begitu kuatnya rayuan itu, sehingga manusia termasuk ke dalam golongan orang-orang yang tertipu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Barangsiapa yang mengambil setan itu menjadi temannya, maka setan itu adalah teman yang seburuk-buruknya." (Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 38) 

2. Maksiat Terlihat Indah
 
Setan selalu menghiasi perbuatan maksiat agar terlihat indah di mata manusia. Kemudian kita terlena dengan bisikan tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Barangsiapa yang menjadikan setan pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong kepada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari dari padanya." (Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 119-121)
 
3. Melupakan Ajal
 
Bila telah demikian, kita akan masuk dalam kelalaian berikutnya, yakni melupakan ajal. Seolah ajal masih jauh, seolah taubat masih bisa kita lakoni sebelum nafas samapai di kerongkongan. Kita seakan sangat yakin bahwa masih sempat bertaubat, padahal kita tidak tahu apakah esok pagi matahari akan terbit dari barat atau tidak.
 
4. Menunda Taubat
 
Keterlenaan yang ditiupkan setan itu kemudian akan melahirkan dosa selanjutnya, yaitu menunda taubat. Setan kemudian akan membisikkan pada diri kita untuk bertaubat esok hari, esok lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, dan seterusnya. Sehingga kita senantiasa bergelimang dengan dosa, untuk kemudian, hati kita menjadi pekat.

Bahaya dari menunda taubat ialah dosa akan menumpuk, dan dosa tersebut membawa efek yang buruk bagi hati. Ia akan menghitamkan, membutakan, bahkan mengakibatkan kematian hati. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Sekali-kali tidak, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka." (Al-Qur'an surat Al-Muthaffifin ayat 14)

Rasulullah Shallalllahu alaihi wa sallam berkata, bila seseorang melakukan satu dosa, terdapat satu titik hitam di hatinya. Jika ia bertaubat, titik tersebut akan dihapuskan. Namun jika dosa tersebut bertambah, bertambah pula titik hitamnya hingga menutupi hatinya. Itulah karat (ran) yang diisyaratkan Allah dalam Al-Qur'an.

Penyesalan orang yang menunda taubat tergambar dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: "Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, 'Ya Tuhanku kembalikanlah aku, agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan." (Al-Qur'an surat Al-Mukminun ay 99-100)

Sungguh rugi manusia yang menjajakan kenikmatan syahwat, cinta, dan keindahannya untuk ditukar dengan penyesalan yang tiada batas dan abadi di akhirat kelak. Wallahu a'lam bishshawwab
Gunakan tombol di bawah ini bila bermanfaat!