Go Green

Menghindari Sikap Berambisi Terhadap Anak

Ruh4dian - Banyak orang tua beranggapan bahwa anak dapat dibentuk sesuai dengan kehendak hatinya. Bahkan, ada pula yang mempunyai sikap, anak diibaratkan sebuah robot yang bisa dikontrol dari jarak jauh. Akhirnya, yang terjadi justru sebaliknya, tidak sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Kiat-kiat untuk menyikapi hal tersebut ialah sebagai berikut.
  • Terimalah anak apa adanya, sebab anak adalah karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Itulahmengapa manusia tidak ada yang sempurna. Pasti tetap ada kelemahannya. Oleh karena itu, tidak perlu memaksakannya untuk menjadi sempurna
  • Janganlah memaksakan kehendak. Sikap memaksakan kehendak terhadap sang anak adalah ekspresi yang menunjukkan ambisi pribadi dan belum tentu menguntungkan kedua belah pihak
  • Hindarkan pembatasan pergaulan terhadap sang anak, karena hal itu justru akan mempersempit anak untuk belajar berbagi
  • Jika ada kekurangan dari sang anak, orang tualah yang seharusnya mencari penyebabnya, bukan langsung memarahinya. Anak mungkin belum siap menerima tuntutan orang tuanya. Misalnya, anak belum cukup umur, tetapi disekolahkan. Jika nilainya di bawah standar, jangan langsung dituduh anak bodoh, si anak mungkin belum siap memasuki sekolah
  • Orang tua hendaknya bersikap konsisten, tidak terpengaruh oleh rengekan atau amukan sang anak. Orang tua diharapkan mampu mengontrol diri jika sedang marah, karena hal ini merupakan contoh bagi anaknya. Bagaimana anak dapat mengendalikan amarahnya jika orang tuanya sendiri tidak dapat mengendalikan emosinya?
  • Berilah anak rasa tanggung jawab. Misalnya, dimulai dengan membereskan tempat tidurnya sendiri, kemudian mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah sampai selesai. Dan memberikan pujian sesaat setelah dia dapat menunaikan kewajibannya
  • Ajaklah sang anak untuk berbicara dari hati ke hati. Anak diajarkan untuk mengutarakan secara baik apa yang menjadi keinginannya. Sementara itu, orang tua juga berlatih menjelaskan apa sebabnya ia menolak suatu permintaan
  • Hendaknya orang tua seiring dalam mendidik dan menghadapi sikap anak. Apa yang sudah dilarang oleh sang ayah, hendaknya tidak dibolehkan oleh sang ibu, dan demikian juga sebaliknya
  • Kebiasaan buruk yang sudah tertanam tentu tidak dapat hilang begitu saja dalam waktu singkat. Pada suatu saat, sifat berani melawan anak mungkin muncul kembali
  • Misalnya, ketika si anak memaksa dibelikan buku yang sebenarnya tidak diperlukannya dan orang tuanya menolak. Anak pun menangis dan marah. Dan hendaknya orang tua membiarkannya sejenak, lalu menghampiri dan memberinya minum. Jika anak sudah cukup tenang, orang tua mengajaknya berbica baik-baik

Betapa tidak mudahnya mendidik seorang anak. Satu hal yang perlu diingat, anak adalah amanah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka dapat menjadi penyejuk mata, menjadi cobaan, menjadi musuh, dan sebagainya. Jika kita tidak waspada, bukan kebahagiaan yang akan kita dapat, akan tetapi kehancuran harmoni sebuah keluarga.
Gunakan tombol di bawah ini bila bermanfaat!