Wednesday, August 14, 2013

Zat Pewarna Alami Dan Buatan Pada Makanan

Zat Pewarna Alami Dan Buatan Pada Makanan
Ruh4dian - Pemberian warna pada makanan umumnya bertujuan agar makanan terlihat lebih segar dan menarik, sehingga menimbulkan selera bagi orang untuk memakannya. Zat warna pada makanan bersumber dari dua bahan, yaitu zat warna alami dan zat warna buatan (sintetis). Zat warna alami kurang praktis digunakan karena untuk mendapatkannya diperlukan proses yang agak lama. Hal ini menyebabkan masyarakat lebih menyukai zat warna buatan karena lebih praktis dan simple.

Zat warna makanan jenis buatan yang digunakan pada makanan tidak semuanya aman bagi tubuh. Zat warna dikatakan aman apabila sudah dikaji dan diizinkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Departemen Kesehatan. Berikut merupakan ulasan mengenai dua (2) zat pewarna makanan beserta sumbernya.
    1. Zat pewarna alami
      Zat pewarna alami berasal dari nabati atau merupakan pewarna yang dihasilkan atau diambil dan diekstrak dari tumbuh-tumbuhan. Sumber, jenis dan fungsi pewarna ini dapat dilihat pada tabel berikut.

      No Warna Sumber Dan Penggunaan
      1 Kuning Zat warna kurkumin pada kunyit, beta karoten dari wortel. Zat warna ini digunakan untuk minuman ringan atau nasi kuning
      2 Cokelat Karamel (pemanasan gula) pada suhu 170°C digunakan untuk minuman atau makanan. Warna cokelat juga dapat dihasilkan dari kopi atau cokelat (kakao)
      3 Merah Kapxantin yang terdapat dalam cabai merah digunakan untuk memperkuat warna pada masakan tertentu (gulai, rendang, dan sebagainya). Warna merah dapat pula dihasilkan dari kunyit
      4 Hijau Ekstrak daun suji dan daun pandan untuk memberi warna kue-kue
      5 Violet Antosianin yang berasal dari bit gula


        2. Zat pewarna buatan
          Zat pewarna buatan berasal dan dibuat dari bahan-bahan kimia. Dibandingkan dengan pewarna alami, pewarna buatan memiliki beberapa kelebihan, yaitu memiliki pilihan warna yang lebih banyak, mudah disimpan, dan lebih tahan lama. Namun, yang perlu sekali untuk diperhatikan ialah bahwa banyak zat pewarna buatan yang tidak boleh digunakan untuk makanan karena sifatnya beracun. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa zat kimia dapat menimbulkan penyakit kanker.
          Nah, itulah artikel tentang "Zat Pewarna Alami Dan Buatan Pada Makanan". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik.
          "Gambar dan isi tulisan di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari berbagai sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu belajar untuk mengambil sisi positifnya ya sob!"

          Kata kunci terkait pada artikel ini:

          Bahan pewarna bagi makanan yang dibuat secara alami dan sintetis

          Zat Pewarna Alami Dan Buatan Pada Makanan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Iqbal Ruhadian

          0 komentar:

          Post a Comment

          Apa komentar kamu?