Go Green

Arti Sebuah Nama

Ruh4dian - Apalah arti sebuah nama, itulah kata Shakespeare. Padahal, dalam islam, nama bukan masalah sepele. Nama dapat memberi dampak psikologis yang cukup besar kepada pemiliknya. Dalam kenyataannya, nama sering menjadi penentu keberhasilan hidup seseorang. Beberapa pengaruh psikologis yang harus kita perhatikan adalah sebagai berikut.
 
1. Pencitraan Diri

Sesuatu yang benar jika orang menganggap nama ibarat sebuah doa. Ketika nama seseorang disebut, maka otak akan merekam dan masuk ke ingatan. Jika penggilan positif senantiasa direkam otak, maka ini juga akan memudahkan panggilan negatif masuk ke rekaman otak dan membentuk pencitraan negatif harga diri seseorang. Tentang hal ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "...dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (Al-Qur'an surat Al-Hujuraat ayat 49)
 
2. Menarik Perhatian

Pemberian nama menggunakan nama asing seperti Isabella, Ziflora, dan sebagainya, juga akan cenderung menarik perhatian. Begitu pula, nama-nama yang sulit dieja dan diucapkan, seperti Djewarihan atau Noerdiansyah. Jika memang disiapkan dengan baik untuk menjadi pusat perhatian, umumnya nama-nama seperti itu cukup memberi peluang untuk menaikkan rasa percaya diri seseorang. Sebaliknya, jika sejak awal seseorang kurang percaya diri, maka nama-nama mencolok seperti itu justru mempertebal sifat mindernya.
 
3. Pengabaian Individu

Ada beberapa jenis nama yang begitu umum dipakai dalam masyarakat, seperti Siti, atau Budi. Nama-nama yang terlalu umum ini justru akan menghilangkan perasaan individualitas seseorang. Hal yang sama juga dialami mereka yang memiliki nama terlalu pendek, seperti Sri, atau Sam. Karena pendeknya, orang menjadi kurang memperhatikan dan menyebabkan pemiliknya merasa terabaikan.
 
4. Julukan atau Nama Yang Buruk atau Baik, Tetapi Menyakitkan

Bagaimana kira-kira perasaan seseorang yang dipanggil "Gembrot" (gendut)? Julukan sejenis yang mengacu pada kekurangan fisik seseorang, seperti "Gundul" (botak) sering dikonotasikan negatif oleh masyarakat. Jika panggilan-panggilan ini membuat pemiliknya malu, tentunya hanya akan mengurangi rasa percaya diri mereka. Sebaliknya, bagi mereka yang dapat mengelola panggilan buruk tersebut, maka justru menjadi berhasil dan bangga, misalnya Sri Gendut.

Jika nama yang bagus dilekatkan pada seseorang yang memiliki kondisi fisik sebaliknya, maka justru dapat menimbulkan konflik. Si Ayu atau Arjuna yang memiliki wajah kurang cantik atau tampan justru merasa minder dengan nama yang mereka miliki. Konflik batin pun mungkin terjadi. Jika yang demikian terjadi, maka orang tua justru yang merasa bersalah dan kesulitan membangun kepercayaan diri mereka. Wallahu a'lam bishshawwab
Gunakan tombol di bawah ini bila bermanfaat!