Go Green

Ketentuan Hukum Islam Tentang Wudhu

Ketentuan Hukum Islam Tentang Wudhu
Ruh4dian - Wudhu menurut bahasa ialah bersih dan indah. Sedangkan menurut istilah (syara') ialah menggunakan air pada anggota badan tertentu dengan cara tertentu yang diawali dengan niat, guna menghilangkan hadas kecil. Orang yang hendak mengerjakan shalat, terlebih dahulu diwajibkan berwudhu, karena wudhu merupakan salah satu syarat sahnya shalat. Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan dalam Al-Qur'an: 

"Wahai orang-orang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah mukamu, tanganmu, sampai dengan sikut, dan sapulah kepalamu, dan (basuh) kakimu sampai dengan mata kaki..."
 
Syarat Sah Wudhu
  • Islam.
  • Tamyiz, (dapat membedakan baik buruknya suatu pekerjaan).
  • Tidak berhadast besar.
  • Wudhu dengan air yang suci lagi mensucikan.
  • Tidak ada sesuatu yang menghalangi air sampai ke anggota-anggota  wudhu, seperti getah maupun cat yang menempel pada bagian tangan.
  • Mengetahui mana yang wajib (fardu) dan mana yang sunah.

Sunah Wudhu
  • Menggosok gigi sebelum memulai wudhunya. Rasulullah bersabda: “Sekiranya aku tidak memberatkan umatku niscaya aku perintah mereka bersiwak tiap kali akan berwudhu.” (Hadits riwayat Ahmad).
  • Mencuci kedua telapak tangan tiga kali sebelum berwudhu, terkecuali jika setelah bangun tidur maka hukumnya wajib mencucinya tiga kali sebelum berwudhu. Sebab boleh jadi kedua tangannya telah menyentuh kotoran di waktu tidurnya sedangkan ia tidak merasakannya. Rasulullah bersabda: “Apabila seorang di antara kamu bangun tidur maka hendaknya tidak mencelupkan kedua tangannya di dalam bejana air sebelum mencucinya terlebih dahulu tiga kali, karena sesungguhnya ia tidak mengetahui di mana tangannya berada.” (Al-Hadits).
  • Menghirup air dengan hidung.
  • Mencelah-celahi jenggot jika tebal ketika membasuh muka. Jika tidak ada, maka tidak mengapa.
  • Mencelah-celahi jari-jari tangan dan kaki di saat mencucinya. Rasulullah bersabda: “Celah-celahilah jari-jemari kamu.” (Al-Hadits).
  • Mencuci anggota wudhu yang kanan terlebih dahulu sebelum mencuci anggota wudhu yang kiri. Mencuci tangan kanan terlebih dahulu kemudian tangan kiri dan begitu pula mencuci kaki kanan sebelum mencuci kaki kiri.
  • Mencuci anggota-anggota wudhu dua atau tiga kali namun kepala cukup diusap satu kali usapan saja.
  • Tidak berlebih-lebihan dalam pemakaian air, karena Rasulullah berwudhu dengan mencuci tiga kali lalu bersabda: “Barangsiapa mencuci lebih, maka ia telah berbuat kesalahan dan kezhaliman.” (Al-Hadits).

Hal-hal Yang Dapat Membatalkan Wudhu
  • Mengeluarkan suatu zat dari qubul (kemaluan) dan dubur (anus), seperti buang air kecil, buang air besar, buang angin atau kentut dan lain sebagainya.
  • Kehilangan kesadaran baik karena pingsan, gila, mabuk, ayan, dan lainnya.
  • Bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya.
  • Tidur dengan nyenyak, terkecuali tidur mikro (micro sleep) sambil duduk tanpa berubah kedudukan.
  • Istihadhah (darah penyakit yang keluar dari sebuah otot pada bagian rahim yang terdekat, yang disebut al-‘Adzil).

Rukun Wudhu
  • Niat.
  • Membasuh seluruh muka, mulai dari tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan hingga telinga kiri.
  • Membasuh kedua tangan sampai sikut.
  • Mengusap kepala.
  • Membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki.
  • Tertib (berturut-turut, artinya mendahulukan mana yang harus didahulukan dan mengakhiri mana yang harus terakhir).

Tata Cara Berwudhu
  • Niat di dalam hati, kemudian membaca "Bismillahirrahmaanirrahim" (basmalah). Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak sah wudhu orang yang tidakmenyebut nama Allah." (Al-Hadits). Dan apabila ia lupa, maka tidaklah mengapa. Dan jika hanya mengucapkan basmalah saja maka dianggap cukup.
  • Mencuci kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali sebelum memulai berwudhu.
  • Berkumur-kumur.
  • Menghirup air dengan hidung lalu mengeluarkannya. Disunnahkan ketika menghirup air di lakukan dengan kuat kecuali jika dalam keadaan berpuasa, maka ia tidak mengeraskannya karena dikhawatirkan air masuk ke dalam tenggorokan. Rasulullah bersabda "Keraskanlah di dalam menghirup air dengan hidung kecuali jika kamu sedang berpuasa." (Al-Hadits).
  • Mencuci muka. Batas muka adalah dari batas tumbuhnya rambut kepala bagian atas sampai dagu dan mulai dari batas telinga kanan hingga telinga kiri.
  • Mencuci kedua tangan sampai sikut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Dan kedua tanganmu hingga sikut." (Al-Qur'an).
  • Mengusap kepala beserta kedua telinga satu kali dimulai dari bagian depan kepala lalu diusapkan ke belakang kepala lalu mengembalikannya ke depan kepala. Setelah itu langsung mengusap kedua telinga dengan air yang tersisa pada tangannya.
  • Mencuci kedua kaki sampai kedua mata kaki. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: "Dan kedua kakimu hingga dua mata kaki." (Al-Qur'an). Yang dimaksud mata kaki adalah benjolan yang ada di sebelah bawah betis. Kedua mata kaki tersebut wajib dicuci berbarengan dengan kaki. Orang yang tangan atau kakinya terpotong maka ia mencuci bagian yang tersisa yg wajib dicuci. Dan apabila tangan atau kakinya itu terpotong semua maka cukup mencuci bagian ujungnya saja.
  • Mencuci anggota-anggota wudhunya secara berurutan tidak menunda pencucian salah satunya hingga yang sebelumnya kering. Hal ini berdasar hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Umar Zaid bin Sabit dan Abu Hurairah bahwa Rasulullah senantiasa berwudhu secara berurutan kemudian beliau bersabda: "Inilah cara berwudhu di mana Allah tidak akan menerima shalat seseorang kecuali dengan wudhu seperti ini." (Al-Hadits).

Wallahu a'lam bishshawwab
Gunakan tombol di bawah ini bila bermanfaat!