Go Green

Ketentuan Hukum Islam Tentang Istinja

Ketentuan Hukum Islam Tentang Istinja
Ruh4dian - Menurut bahasa instinja artinya terlepas atau selamat. Sedangkan menurut istilah syariat Islam istinja adalah bersuci setelah buang air kecil maupun setelah buang air besar dengan membersihkan kubul (kemaluan depan) setelah buang air kecil maupun dubur (kemaluan belakang) setelah buang air besar. Jadi, bagi orang yang baru saja buang air besar maupun buang air kecil, beristinja hukumnya wajib.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, bahwasannya ia telah berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,  "Bersihkanlah diri dari kencing. Karena kebanyakan siksa kubur berasal dari bekas kencing tersebut." (Hadits diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni)

Benda atau alat yang dapat dipergunakan untuk instinja

Benda-benda yang dapat digunakan untuk beristinja adalah: air, batu dan benda-benda yang keras, kesat dan suci, serta tidak dimulyakan seperti daun-daun yang telah kering, kertas tisu, kayu dan lain sebagainya. Sedangkan benda-benda yang licin seperti kaca dan batu yang licin, tidak sah digunakan untuk beristinja, karena benda-benda tersebut tidak dapat menghilangkan najis. Begitu pula benda-benda yang dihormati seperti makanan dan minuman, tidak boleh digunakan untuk beristinja, karena termasuk perbuatan mubazir, sedangkan mubazir dilarang oleh agama Islam.

Syarat istinja dengan menggunakan benda-benda selain air 

  • Kotoran yang keluar dari kubul maupun dubur belum kering.
  • Kotoran yang keluar dari kubul maupun dubur tidak mengenai bagian lainnya selain tempa keluarnya.
  • Tidak kedatangan najis selain keluarnya kotoran dari kubul maupun dubur.

Nah, itulah artikel tentang "Ketentuan Hukum Islam Tentang Istinja". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik. Wallahu a'lam bishshawwab
Kata kunci terkait pada artikel ini:

Hukum dan ketentuan istinja di dalam Islam
Gunakan tombol di bawah ini bila bermanfaat!