Ketentuan Hukum Islam Tentang Tayammum

Ketentuan Hukum Islam Tentang Tayammum
Ruh4dian - Tayammum merupakan upaya atau tindakan mensucikan diri tanpa menggunakan air bersih dan menggantinya dengan sho'id yang bersih atau suci (debu yang berasal dari tempat dari permukaan bumi yang dapat digunakan untuk bertayammum atau tempat dari permukaan bumi yang suci dari najis dan kotoran seperti tanah yang bersih, pepohonan yang bersih dan lain sebagainya) dengan cara mengusapkannya ke wajah dan tangan. Dengan demikian, tayammum juga dapat diartikan sebagai tata cara bersuci dari hadas (keadaan tidak suci pada diri seseorang) dengan cara mengusap wajah dan tangan menggunakan sho’id yang bersih.

Selain itu, tayammum merupakan pengganti wudhu atau mandi wajib, sebagai rukhsah (keringanan) bagi orang yang tidak dapat memakai atau menggunakan air bersih karena beberapa uzur (halangan) seperti sulit mendapat air bersih dan bila ada air pun tidak cukup untuk digunakan berwudhu atau bahkan bila mempunyai luka atau sakit yang membuat khawatir jika menggunakan air akan menjadi semakin parah luka atau sakit tersebut.

Orang yang telah bertayammum kemudian ia shalat, maka tidak wajib baginya mengulang shalatnya apabila air bersih telah tersedia setelah ia melakukan shalat. Akan tetapi untuk menghilangkan hadas, seseorang harus tetap mengutamakan menggunakan air bersih daripada bertayammum apabila air bersih memang sudah tersedia kembali. Jadi tayammum hanya bersifat sementara dan hanya untuk keadaan yang darurat saja hingga air bersih tersedia. Melakukan tayammum dianggap tidak sah apabila air tersedia namun kita enggan (tidak mau) menggunakannya dengan alasan yang bukan termasuk uzur.

Tayamum berdasarkan ketentuan Islam


Ketentuan tayammum meliputi objek yang bisa digunakan untuk tayammum, syarat sah tayammun, sebab dan alasan melakukan tayammum, sunnah ketika melakukan tayammum dan rukun tayammum.

Objek yang bisa digunakan untuk tayammum

  • Tanah bersih.
  • Pasir bersih.
  • Pepohonan bersih.
  • Bebatuan bersih.
  • Permukaan-permukaan benda yang bersih.

Syarat sah tayammum

  • Telah masuk waktu shalat.
  • Memakai debu yang berasal dari tempat dari permukaan bumi yang bersih dari najis dan kotoran.
  • Memenuhi sebab dan alasan melakukan tayammum.
  • Sudah berupaya dan berusaha mencari air namun tidak ketemu atau tidak mendapatkannya.
  • Tidak sedang mengalami haid maupun nifas (bagi wanita).
  • Tidak ada najis yang melekat pada tubuh.

Sebab dan alasan melakukan tayammum

  • Dalam perjalanan jauh.
  • Jumlah air tidak mencukupi karena jumlahnya sedikit.
  • Telah berusaha mencari air akan tetapi tidak diketemukan.
  • Air yang ada hanya cukup untuk minum.
  • Air yang ada suhu atau kondisinya mengundang kemudharatan (sesuatu yang menyebabkan kerugian).
  • Air berada di tempat yang jauh sehingga dapat membuat seseorang menjadi telat mendirikan shalat.
  • Sumber air yang ada memiliki bahaya untuk didapatkannya.
  • Sakit dan tidak boleh terkena air.

Sunnah ketika melaksanakan tayammum

  • Membaca basmalah.
  • Menghadap ke arah kiblat.
  • Membaca do'a ketika selesai tayammum.
  • Mendahulukan yang kanan daripada yang kiri.
  • Meniup debu yang ada di telapak tangan.
  • Menggodok sela jari setelah menyapu tangan hingga sikut.

Rukun tayammum

  • Niat karena Allah Subhanahu wa Ta'ala.
  • Menyapu bagian wajah dengan debu yang telah ditepuk-tepuk atau ditiupkan sebelumnya yang berasal dari tempat dari permukaan bumi yang suci dari najis dan kotoran (dilakukan 1 kali).
  • Menyapu bagian kedua tangan dengan debu yang telah ditepuk-tepuk atau ditiupkan sebelumnya sampai ke sikut (dilakukan 1 kali).

Nah, itulah artikel tentang "Ketentuan Hukum Islam Tentang Tayammum". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik. Wallahu a'lam bisshawab

"Gambar dan isi tulisan di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari berbagai sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu belajar untuk mengambil sisi positifnya ya sob!"

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Hukum dan ketentuan tayammum di dalam Islam