Tuesday, June 3, 2014

Ketentuan Hukum Islam Tentang Puasa

Ketentuan Hukum Islam Tentang Puasa
Ruh4dian - Dalam Islam puasa merupakan bentuk ibadah yang berarti menahan diri dari aktivitas makan, minum maupun hal-hal lainnya yang dapat membatalkan puasa, yang dimulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan niat karena Allah Subhanahu wa Ta'ala. Fungsi dari puasa adalah untuk merubah atau memperbaiki sikap manusia untuk tetap berjalan di arah yang baik dan benar. Dengan demikian, tujuan dari berpuasa adalah untuk meraih ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan takwa (percaya adanya Allah Subhanahu wa Ta'ala dan takut kepada-Nya).

Ibadah puasa memiliki banyak manfaat, baik bagi jiwa maupun raga. Diantaranya ialah melatih diri dalam mengendalikan hawa nafsu, menghindari perbuatan maksiat maupun perkara buruk atau kotor dan perbuatan lainnya yang menjurus (menuju) ke hal yang tidak baik atau benar. Dengan berpuasa, manusia akan merasa dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan diharapkan bisa membina jiwa serta keteguhan iman dari berbagai cobaan dan rintangan hidup, sehingga hati senantiasa bersih dari perbuatan tercela yang tentunya dilarang dalam Islam (agama Allah). Perlu kamu ketahui bahwa puasa itu terbagi menjadi beberapa macam bagian, yaitu sebagai berikut.
  • Puasa Wajib, yakni puasa yang diwajibkan atas setiap umat muslim. Contohnya: puasa Ramadhan, puasa Qada, puasa Nazar dan puasa Kafarah (Denda). 
  • Puasa Sunnah, yakni puasa yang dianjurkan atau dicontohkan (biasa dilakukan) oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk dilakukan, yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak mendapat dosa. Contohnya: puasa Arafah (puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijah), puasa Asyura (puasa yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram), puasa Senin dan Kamis, dan puasa 6 hari di bulan Syawal dan puasa Daud.
  • Puasa Haram, yakni puasa yang apabila ditinggalkan mendapat pahala dan apabila dikerjakan mendapat dosa. Contohnya: puasa pada hari Raya Idul Fitri (tanggal 1 Syawal), puasa pada hari Raya Idul Adha (tanggal 10 Dzulhijah), dan hari-hari tasyrik (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijah).

Puasa wajib maupun puasa sunnah mempunyai ketentuan yang sama, yaitu keduanya sama-sama mempunyai syarat wajib, syarat sah, rukun, sunnah, dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Syarat wajib puasa

  • Berakal sehat (dengan demikian orang gila tidak wajib berpuasa). 
  • Balig (cukup umur).
  • Kuat atau mampu melaksanakan puasa.

Syarat sah puasa

  • Beragama Islam (dengan demikian non-muslim/orang yang bukan beragama Islam tidak akan sah puasanya). 
  • Mumayiz (dapat membedakan mana yang hak atau yang benar dan yang bathil atau yang salah).
  • Bagi wanita harus suci dari haid (darah yang keluar dari rahim wanita pada saat-saat tertentu yang merupakan bawaan alami wanita yang telah ditakdirkan atau ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala) dan nifas (darah yang keluar dari rahim wanita pada saat setelah melahirkan).
  • Pada waktu yang diperbolehkan atau ditentukan untuk berpuasa.

Rukun puasa

  • Niat karena Allah Subhanahu wa Ta'ala. 
  • Menahan diri dari segala yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Sunnah-sunnah puasa

  • Menyegerakan berbuka jika yakin bahwa matahari telah terbenam (sudah memasuki waktu azan maghrib). 
  • Berbuka dengan buah kurma atau makanan yang manis alami atau minum air putih (mineral) bila tidak ada buah kurma tersebut.
  • Berdo'a terlebih dahulu pada saat akan berbuka puasa.
  • Makan sahur.
  • Mengakhirkan makan sahur.
  • Memberi makan kepada orang yang berbuka puasa.
  • Memperbanyak bersedekah jariyah.
  • Memperbanyak mambaca Al-Qur'an dan memahami artinya.
  • Memperbanyak ibadah-ibadah sunnah yang lain.

Hal-hal yang dapat membatalkan puasa

  • Makan maupun minum dengan disengaja.
  • Muntah dengan disengaja.
  • Berubah akal (misalnya gila, mabuk dan pingsan).
  • Berhubungan suami-istri (intim).
  • Murtad (keluar dari agama Islam). 
  • Keluar darah haid atau nifas bagi wanita.

Nah, itulah artikel tentang "Ketentuan Hukum Islam Tentang Puasa". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik. Wallahu a'lam bisshawab
"Gambar dan isi tulisan di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari berbagai sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu belajar untuk mengambil sisi positifnya ya sob!"

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Hukum dan ketentuan puasa di dalam Islam

Ketentuan Hukum Islam Tentang Puasa Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Iqbal Ruhadian

0 komentar:

Post a Comment

Apa komentar kamu?