Tuesday, June 17, 2014

Pencemaran Tanah Dan Cara Penanggulangannya

Pencemaran Tanah Dan Cara Penanggulangannya
Ruh4dian - Sebagai mana yang kita ketahui bahwa tanah adalah suatu medium alam yang tersusun dari bahan-bahan padat, gas dan cair, yang berfungsi sebagai tempat berdiri tegak atau bertumpunya tanaman/tumbuhan, sebagai tempat tumbuhnya tanaman dan sebagai tempat penyimpan cadangan air bagi tanaman.

Tanah dapat terkena pencemaran yang diakibatkan oleh faktor-faktor tertentu yang bisa memberikan dampak buruk bagi tanaman maupun lingkungan. Bahan-bahan kimia berbahaya seperti hidrokarbon, racun serangga, dan logam berat merupakan beberapa contoh faktor penyebab pencemaran pada tanah dan mungkin merupakan beberapa contoh bahan yang menjadi sumber pencemaran pada tanah. Namun, hal itu hanya akan terjadi apabila bahan-bahan pencemar tersebut dibuang ke dalam tanah sehingga bahan pencemar dan tanah menyatu. Selain itu, bahan-bahan pencemar pun dapat mempengaruhi pertumbuhan terhadap tanaman.

Sampah anorganik (sampah padat atau sampah yang sulit membusuk) merupakan sumber terbesar pencemaran pada tanah. Jika sampah anorganik dibuang ke dalam tanah, terutama bahan dari plastik, maka tidak akan hancur dalam jangka waktu singkat. Menurut para ahli, sampah plastik untuk bisa hancur di dalam tanah perlu waktu lebih dari 100 tahun. Jadi apabila sampah anorganik, terutama sampah plastik, terus menerus dibuang ke dalam tanah, maka lama kelamaan sampah di dalam tanah itu akan menggunung (bertumpuk), dan pada akhirnya hal itu akan mengurangi kualitas dan mutu tanah.

Pernahkah Anda mendengar berita longsornya bukit sampah di daerah kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, kira-kira pada tahun 2003? Hal itu terjadi di tempat pembuangan sampah. Sampah terus menerus dibuang ke tempat tersebut yang mengakibatkan terjadinya tumpukan sampah dalam jumlah besar. Karena tidak diatasi, tumpukan sampah-sampah itu mencemari lingkungan setempat, termasuk air dan tanah yang menjadi bau.


Penanggulangan akibat pencemaran tanah

Untuk menanggulangi pencemaran tanah, kita harus membiasakan diri memilah-milah (memilih) sampah. Sebaiknya pisahkanlah sampah organik (sampah basah atau sampah yang mudah membusuk) seperti sisa makanan atau daun-daun yang berguguran dari pepohonan dengan sampah anorganik. Sampah organik bisa diolah kembali menjadi kompos (pupuk dari bahan sampah organik). Sedangkan sampah anorganik bisa didaur ulang menjadi barang lain yang bermanfaat, misalnya potongan kayu yang tidak terpakai lagi dari sebuah pabrik kayu (limbah kayu) bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku untuk membuat meja, kursi dan barang-barang lainnya yang bisa bermanfaat.

Daur ulang merupakan salah satu cara pengolahan sampah anorganik. Prosesnya berturut-turut, yaitu pemilahan, pengumpulan, pemrosesan dan pembuatan produk bekas pakai. Bahan-bahan yang bisa didaur ulang misalnya, botol bekas, gelas, kaca, kertas (terutama kertas bekas yang berasal dari kantor seperti koran, majalah, kardus/terkecuali kertas yang berlapis minyak atau plastik), jerigen, ember, dan lain sebagainya.

Nah, itulah artikel tentang "Pencemaran Tanah Dan Cara Penanggulangannya". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik.
Kata kunci terkait pada artikel ini:

Faktor pencemaran tanah dan upaya mengatasinya