Go Green

Kegiatan Manusia Yang Mengganggu Keseimbangan Ekosistem

Kegiatan Manusia Yang Mengganggu Keseimbangan Ekosistem
Ruh4dian - Jika membahas soal kerusakan yang terjadi di muka bumi ini, manusia memang sering sekali menjadi faktor penyebab utamanya. Termasuk gangguan pada ekosistem, manusia menjadi penyebab terbesar. Entah karena keegoisannya atau ketidaktahuannya, manusia seringkali melakukan aktivitas yang merugikan bagi keseimbangan ekosistem. Padahal jika manusia itu sadar dan mau perduli, maka banyak sekali manfaat yang akan didapat, contoh saja keadaan lingkungan yang nyaman dan asri dari tumbuhan hijau dan lebat yang menghasilkan oksigen yang menyegarkan dan membantu dalam mengatasi polusi udara.

Nah, lalu kegiatan atau perilaku apa saja yang dilakukan oleh manusia yang bersifat merusak ekosistem sehingga menyebabkan terganggunya ekosistem? Untuk mengetahui jawabannya, maka simaklah ulasan-ulasan sebagai berikut!

1. Perpindahan penduduk (Migrasi)

 
Perpindahan penduduk dapat mengakibatkan daerah atau suatu tempat yang didatangi menjadi sangat padat. Misalnya, perpindahan penduduk ke kota-kota besar. Semakin padat jumlah penduduk, maka akan semakin luas permukiman yang dibutuhkan. Padahal, jumlah permukiman sangatlah terbatas. Hal ini akan memicu adanya perkampungan kumuh.

Perkampungan kumuh dapat mepengaruhi kwalitas kesehatan manusia yang hidup disana. Selain itu, meningkatnya jumlah penduduk juga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan menjadi semakin meningkat. Akibatnya, keseimbangan ekosistem menjadi terganggu.

2. Penebangan liar dan pembakaran hutan


Menusia seringkali melakukan penebangan dan pembakaran hutan secara liar. Mereka melakukannya untuk mengambil kayu atau membuka lahan. Kegiatan tersebut tentunya sangat jelas dapat mengakibatkan hutan menjadi gundul. Beberapa jenis tumbuhan pun mungkin akan menjadi punah, dan hewan-hewan pemakan jenis tumbuhan tersebut pun menjadi ikut punah atau mungkin beberapa hewan yang masih hidup akan kehilangan tempat tinggalnya. Mereka pun bisa saja mengungsi untuk mendapatkan tempat tinggal yang baru. Dengan mengungsinya hewan-hewan tersebut tentunya mereka harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Namun demikian, hewan yang tidak mampu beradaptasi, tentunya akan mati.

Selain itu, hutan yang gundul juga tidak dapat menahan dan menyimpan/menyerap air. Sehingga, hal itu dapat mengakibatkan bencana alam seperti banjir maupun tanah longsor. Selain itu juga, bencana alam dapat membuat seseorang kehilangan harta benda bahkan nyawanya sendiri. Mengerikan bukan? Nah itulah dampak dari perusakan hutan.

3. Penggunaan bahan kimia secara berlebihan

Menusia menggunakan bahan kimia untuk berbagai keperluan. Manusia biasanya menggunakan bahan kimia di dalam rumah tangga, pertanian, maupun industri. Salah satu contohnya ialah penggunaan detergen. Detergen digunakan sebagai bahan pembersih. Bahan ini dapat menghasilkan busa yang dapat mencemari lingkungan, apalagi jika busa tersebut dialirkan ke perairan, maka busanya dapat menutupi permukaan perairan tersebut. Akibatnya, sinar matahari tidak dapat menembus ke dalam perairan. Hal itu tentunya dapat menyebabkan proses fotosintesis tumbuhan air menjadi terganggu. Dengan demikian tumbuhan air pun akan kekurangan makanan, dan pada akhirnya tumbuhan tersebut akan mati. Dengan matinya tumbuhan air, maka dapat membuat persediaan oksigen semakin berkurang. Akibatnya, hewan air mengalami kekurangan oksigen dan pada akhirnya hewan-hewan tersebut pun akan ikut mati juga. Tentunya keadaan tersebut menyebabkan keseimbangan ekosistem menjadi terganggu.

Contoh lainnya ialah penggunaan pestisida. Manusia menggunakan pestisida untuk memberantas hama tanaman. Akan tetapi, penggunaan pestisida secara berlebihan dapat berdampak negatif. Pestisida dapat membunuh hewan yang dapat memberikan manfaat atau keuntungan bagi tumbuhan, menurunkan kwalitas lingkungan dan mengganggu kesehatan manusia.

4. Penggunaan kendaraan bermotor

Dalam penggunaan kendaraan bermotor, diperlukan bahan bakar untuk menjalankan kendaraan bermotor. Saat ini bahan bakar kendaraan kebanyakaan berupa bensin dan solar. Pembakaran bahan bakar dapat mengakibatkan polusi udara bahkan menyebabkan terganggunya kesehatan manusia, karena pembakaran tersebut menghasilkan gas karbon dioksida. Selain itu, penggunaan kendaraan bermotor juga dapat mengakibatkan penambahan jumlah karbon dioksida di udara. Sehingga, bumi pun menjadi semakin panas akibat menipisnya lapisan ozon yang diakibatkan oleh gas karbon dioksida tersebut. Kondisi ini pun dapat menyebabkan beberapa makhluk hidup kesulitan beradaptasi. Dengan demikian, beberapa di antara mereka akan mengalami kematian.

5. Pengeboran minyak di laut

Biasanya pengeboran minyak dilakukan di tengah laut. Kegiatan ini dapat menyebabkan pencemaran apabila terjadi kebocoran. Kebocoran dapat terjadi saat proses pengeboran maupun pengangkutan. Sebagai contohnya ialah kebocoran pada pipa atau kapal pengangkut. Kebocoran ini jelas akan menyebabkan minyak mencemari laut. Minyak membentuk lapisan yang menutupi permukaan laut. Sehingga sinar matahari akan terhalang masuk ke dalam laut. Akibatnya, proses fotosintesis tumbuhan laut terhambat. Jumlah oksigen di dalam laut pun menjadi berkurang.

6. Perburuan liar

Sebagian manusia gemar melakukan perburuan liar terhadap hewan dan tumbuhan. Manusia memburunya untuk tujuan tertentu. Perburuan tersebut tentunya dapat mengakibatkan kelangkaan hewan dan tumbuhan. Sebagai contoh, keberadaan hewan karnivora (pemakan daging) di suatu wilayah padang rumput yang tadinya dapat mencegah ledakan populasi hewan herbivora (pemakan tumbuhan) sehingga ketersediaan rumput di wilayah tersebut selalu terjaga menjadi kurang terjaga atau lama-kelamaan akan terabaikan akibat dari pemburuan liar terhadap hewan karnivora di wilayah tersebut. Oleh karena itu jika tidak dihentikan, maka perburuan liar dapat menyebabkan kepunahan jenis hewan dan tumbuhan sehingga menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem.

7. Perusakan terumbu karang

Terumbu karang merupakan rumah bagi ikan-ikan laut. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa terumbu karang memiliki bentuk dan warna yang indah. Ada sebagian kalangan manusia mengambil terumbu karang untuk dijadikan hiasan. Pengambilan ini tentu saja mengancam keberadaan terumbu karang. Apalagi terumbu karang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terbentuk kembali. Akibatnya, ikan-ikan mengalami kehilangan tempat tinggal. Jika hal tersebut dibiarkan, maka lambat laun ikan-ikan di laut akan punah.


Pesan

Bagai pepatah, apa yang kita tanam maka itulah yang akan kita tuai. Artinya jika kita berprilaku baik maka hasilnya nanti akan baik (kebaikan yang akan didapat), begitu pun sebaliknya. Jadi, jika kita terus menerus melakukan perusakan terhadap ekosistem, maka dampak negatifnya akan kita rasakan, baik setalahnya maupun suatu saat nanti, cepat atau lambat. Oleh karena itu, sudah saatnya bagi kita selaku umat manusia yang mempunyai akal untuk senantiasa memiliki akhlaq atau prilaku yang baik, menyadari dan senantiasa peduli terhadap keseimbangan ekosistem di lingkungan kita maupun di luar lingkungan kita. Selain itu, hindari juga sifat egois dan serakah dan juga selalu ingat bahwa hidupmu bukan hanya untuk dirimu saja.
Nah, itulah artikel tentang "Kegiatan Manusia Yang Mengganggu Keseimbangan Ekosistem". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik.
Kata kunci terkait pada artikel ini:

Aktivitas manusia yang menyebabkan rusaknya ekosistem
Gunakan tombol di bawah ini bila bermanfaat!