Sunday, September 14, 2014

Ketentuan Hukum Islam Tentang Azan

Ketentuan Hukum Islam Tentang Azan
Ruh4dian - Azan merupakan seruan untuk mengajak orang mendirikan shalat. Jadi ketika azan berkumandang, diwajibkan bagi kaum muslim untuk bergegas meninggalkan segala kegiatan duniawi (berhubungan dengan dunia) dan segera menuju masjid untuk menunaikan shalat berjamaah (terkecuali bagi yang memiliki udzur/halangan, seperti sakit, terjadi hujan besar atau musibah lainnya yang menghalangi orang tersebut untuk pergi ke masjid).

Ketika masuk waktu shalat, hendaknya seseorang mengumandangkan azan. Hal tersebut sesuai dengan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, "Apabila waktu shalat telah tiba, maka hendaklah salah seorang diantara kalian azan untuk (shalat) kalian dan hendaklah yang paling tua diantara kalian, bertindak sebagai imam bagi kalian." (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

Hukum mengumandangkan azan adalah fardhu kifayah (wajib dilakukan, namun jika sudah dilakukan oleh muslim yang lain maka kewajiban ini menjadi gugur). Jadi suatu negeri atau wilayah diharuskan mengumandangkan azan ketika memasuki waktu shalat. Hal ini pun dijadikan patokan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, apakah suatu negeri termasuk negeri Islam atau bukan ketika akan menyerang suatu kaum. Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau menceritakan bahwa, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dahulu bila akan menyerang satu kaum, beliau tidak memerintahkan kami menyerang pada malam hari hingga menunggu waktu subuh. Apabila azan subuh terdengar, maka tidak jadi menyerang. Namun jika tidak mendengarnya, maka beliau menyerang mereka." (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

Adapun lafal azan ialah, sebagai berikut.


Allahu Akbar, Allahu Akbar (dikumandangkan sebanyak 2 kali seruan). Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar."

Asyhadu alla ilaaha illallah (dikumandangkan sebanyak 2 kali seruan). Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah."

Asyhadu anna Muhammadarrasulullah (dikumandangkan sebanyak 2 kali seruan). 
Artinya: "Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah."

Hayya 'alash sholaah (dikumandangkan sebanyak 2 kali seruan). Artinya: "Mari menunaikan shalat."

Hayya 'alal falaah (dikumandangkan sebanyak 2 kali seruani). Artinya: "Mari meraih kemenangan."

Allahu Akbar, Allahu Akbar (dikumandangkan sebanyak 1 kali seruan). Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar."

Laa ilaaha ilallah (dikumandangkan sebanyak 1 kali seruan). Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah."


Hukum dan ketentuan mendengar azan

Sebagai kaum muslimin yang mendengar suara azan, disunahkan untuk menirukan dengan suara pelan lafal yang dikumandangkan oleh muazin (orang yang mengumandangkan azan). Ketika muazin mengumandangkan lafal 'hayya 'alash sholah' dan 'hayya 'alal falah', maka kita dianjurkan untuk mengucapkan lafal Laa haula walaa quwwata Illa billah. Artinya: "Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan izin Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung."


Hal tersebut sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, "Jika muazin mengucapkan Allahu Akbar, Allahu Akbar, maka salah seorang dari kalian menjawab Allahu Akbar, Allahu Akbar. Lalu jika muazin mengucapkan Asyhadu alla ilaaha illallah, maka salah seorang dari kalian menjawab Asyhadu alla ilaaha illallah. Jika muazin mengucapkan Asyhadu anna Muhammadarrasulullah, maka salah seorang dari kalian menjawab Asyhadu anna Muhammadarrasulullah. Jika muazin mengucapkan Hayya 'alash sholaah, maka salah seorang dari kalian menjawab Laa haula walaa quwwata Illa billah. Jika muazin mengucapkan Hayya 'alal falaah, maka salah seorang dari kalian menjawab Laa haula walaa quwwata Illa billahJika muazin mengucapkan Allahu Akbar, Allahu Akbar, maka salah seorang dari kalian menjawab Allahu Akbar, Allahu Akbar. Jika muazin mengucapkan Laa ilaaha illallah, dia menjawab La ilaha illallah dengan setulus (dengan keyakinan) hatinya, maka ia akan masuk surga." (Hadits riwayat Muslim)
Nah, itulah artikel tentang "Ketentuan Hukum Islam Tentang Azan". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik. Wallahu a'lam bishshawwab
Kata kunci terkait pada artikel ini:

Hukum dan ketentuan azan di dalam Islam