Tuesday, September 16, 2014

Pelestarian Makhluk Hidup

Pelestarian Makhluk Hidup
Ruh4dian - Ekosistem terbentuk dari makhluk hidup yang terdiri dari flora (tumbuhan) dan fauna (hewan/binatang) dan lingkungannya. Ekosistem dapat berjalan seimbang jika tidak ada gangguan. Sebaliknya, dengan adanya gangguan tentunya hal itu dapat mengakibatkan ekosistem menjadi tidak seimbang. Contoh dari ketidakseimbangan ekosistem ialah kepunahan suatu jenis makhluk hidup.  Kepunahan makhluk hidup dapat terjadi karena faktor perubahan lingkungan yang drastis yang disebabkan oleh manusia atau alam. Kepunahan tersebut dapat mengurangi keanekaragaman makhluk hidup. Dengan berkurangnya keanekaragaman makhluk hidup, maka akan mengakibatkan keseimbangan ekosistem menjadi terganggu.

Indonesia mempunyai keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi. Namun keanekaragaman tersebut akan berkurang apabila pemanfaatannya tidak bijaksana. Oleh karena itu, pelestarian keanekaragaman makhluk hidup perlu dilakukan. Pelestarian tersebut memiliki manfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat. Jenis hewan dan tumbuhan yang dipelajari juga akan semakin banyak. Dengan demikian, ilmu pengetahuan pun akan menjadi semakin luas. Selain itu, masyarakat juga bisa belajar secara langsung dari alam. Keanekaragaman jenis makhluk hidup juga akan menambah nilai kekayaan suatu bangsa.

Pelestarian makhluk hidup sangat penting juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Masyarakat dapat mengambil berbagai manfaat dari hewan dan tumbuhan. Pemanfaatan yang dapat dilakukan antara lain ialah, sebagai berikut.

  • Memanfaatkan tumbuhan dan hewan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Misalnya, untuk bahan bangunan, makanan, obat, atau hal lainnya yang bermanfaat. Selain itu, hewan juga dapat dimanfaatkan tenaganya seperti hewan kerbau yang bisa digunakan untuk membajak sawah.
  • Menciptakan lingkungan yang nyaman dan asri dengan tumbuhnya pohon-pohon hijau berdaun lebat. Pohon hijau berdaun lebat dapat mengurangi pencemaran udara sehingga dapat menciptakan lingkungan yang nyaman dan asri. Selain itu, pohon juga menyediakan oksigen yang menyegarkan dan dibutuhkan oleh tubuh manusia.
  • Membuat taman rekreasi (tempat wisata) dengan memanfaatkan hewan dan tumbuhan. Sehingga masyarakat dapat  menghibur diri dengan bertamasya ke taman rekreasi.
  • Menambah penghasilan dengan cara berjualan di sekitar area tempat rekreasi yang diperbolehkan.

Lalu bagaimana cara melestarikan makhluk hidup agar tercipta suatu kondisi lingkungan yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan kita dan yang lainnya? Ada beberapa macam cara untuk melestarikan makhluk hidup, yaitu sebagai berikut.

1. Menebang hutan secara terencana dan menanamnya kembali

Pohon yang ditebang haruslah pohon yang sudah tua. Penebangan pohon juga harus diiringi dengan reboisasi. Reboisasi adalah penanaman kembali hutan yang telah ditebang pohonnya. Penebangan dengan cara ini dinamakan dengan sistem tebang pilih.

2. Melindungi dan mengembangkan hewan dan tumbuhan

Dalam hal ini, perlindungan utama perlu dilakukan terhadap hewan dan tumbuhan langka. Contohnya, hewan dilindungi yang terdapat di suaka margasatwa dan kebun binatang. Tumbuhan dilindungi yang terdapat di hutan wisata, kebun raya, dan hutan lindung. Selain itu, hewan dan tumbuhan dapat ditempatkan di taman nasional dan cagar alam. Khusus hewan dan tumbuhan laut, tempat perlindungannya berupa taman laut.

3. Membantu perkembangbiakan hewan dan tumbuhan

Perkembangbiakan hewan dapat dilakukan dengan penangkaran. Adapun pada tumbuhan, perkembangbiakannya dapat dilakukan dengan cara pembudidayaan.
Nah, itulah artikel tentang "Pelestarian Mahluk Hidup". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik.
Kata kunci terkait dari artikel ini:

Ekosistem dan cara melestarikan makhluk hidup