Saturday, October 25, 2014

Bencana Banjir Dan Faktor Penyebabnya

Bencana Banjir Dan Faktor Penyebabnya
Ruh4dian - Setiap kali musim hujan tiba, seringkali terjadi bencana alam berupa banjir di beberapa tempat atau daerah di perkotaan Indonesia maupun di negara lainnya. Sepertinya banjir sudah menjadi langganan setiap tahunnya. Bencana banjir terjadi karena air hujan yang mengalir di permukaan tidak tertampung oleh sungai, sehingga membuat air hujan pun mengalir di permukaan tanah.

Air yang mengalir di permukaan tanah bisa langsung terus ke dataran lain yang lebih rendah, atau bisa juga terserap menjadi air tanah. Air yang teresap ke dalam tanah di kemudian hari akan keluar menjadi mata air, dan beberapa mata air akan membentuk sungai. Nah air hujan yang mengalir bebas di permukaan tanah inilah yang sering menjadi masalah, yang sering menyebabkan banjir hingga membuat rumah terendam air, sawah menjadi kelebihan air, terjadi aliran sampah oleh air tersebut yang menimbulkan bau menyengat, munculnya bibit-bibit penyakit, ruang gerak penduduk menjadi terbatas karena banjir dan dampak merugikan lainnya.

Tapi apakah berbahaya banjir itu? Ya, tentu saja. Sekecil apapun, banjir pasti membahayakan. Pada bulan Desember 2008, desa Cieunteung, Dayeuhkolot, kabupaten Bandung tergenang oleh banjir. Ketinggian air mencapai satu setengah (1,5) meter. Banjir tersebut disebabkan karena sungai Citarum yang tidak mampu menampung air hujan yang turun di kawasan tersebut. Memang tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Akan tetapi, banyak harta benda penduduk terendam air, selain itu juga sawah dan kebun pun ikit terendam air, sehingga terancam gagal panen. Dan dari peristiwa itu penduduk di daerah tersebut mengalami kerugian sampai miliaran rupiah. Selain itu, kegiatan penduduk menjadi terganggu akibat banjir, misalnya saja kegiatan belajar anak sekolah yang biasanya belajar di sekolah menjadi belajar di tempat darurat dengan beralaskan tikar.

Sebetulnya, air hujan yang mengalir ke permukaan itu bisa segera diserap semuanya ke dalam tanah. Dengan demikian, banjir tidak akan terjadi. Namun pada kenyataannya, hal itu seringkali tidak terjadi. Mengapa? Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebabnya, di antaranya ialah, sebagai berikut.

1. Kurangnya lahan tempat penyerapan air

Di kota-kota besar misalnya, kebanyakan lahan dipakai untuk membuat bangunan. Lahan kosong yang sebelumnya bisa dipakai sebagai lahan resapan air, seketika bisa diubah menjadi bangunan permanen yang entah dijadikan sebagai tempat usaha oleh pemiliknya ataupun sebagai tempat hunian. Jadi hal ini pun menyebabkan suatu dilema masyarakat, di satu sisi masyarakat butuh tempat untuk mencari sumber mata pencaharian dan atau tempat tinggal, di sisi lain masyarakat juga butuh lahan resapan air untuk mencegah banjir.

2. Halaman rumah dilapisi oleh beton atau semen

Di banyak daerah perumahan atau rumah-rumah penduduk, halaman rumah sering dilapisi oleh beton atau semen. Hal itu tentu saja menyebabkan air tidak terserap ke dalam tanah pada saat musim hujan tiba. Akibatnya, air hujan mengalir di permukaan tanah dan menyebabkan banjir di sekitarnya. Coba kita bayangkan jika semua halaman rumah di kawasan itu dilapisi semen! tentulah  volume air yang mengalir ke permukaan saat hujan akan semakin besar. Mari kita hitung secara matematis! Katakanlah dalam 1 menit, air hujan yang mengalir pada tanah 1 m2 sebanyak 10 liter. Mari kita hitung! jika sebuah rumah rata-rata seluas 150 m2, itu berarti terdapat 1.500 liter air dalam 1 menit. Jika hujan tersebut berlangsung 2 jam dalam 1 hari, itu berarti terdapat 120 x 1.500 sama dengan 180.000 liter air per hari. Itu baru 1 rumah. Bayangkan lagi bila dalam satu kawasan terdapat 2.000 rumah. Itu berarti dalam satu hari (yang jika hujan turun selama 2 jam) akan terdapat 360.000.000 liter air (2.000 x 180.000 liter). Cukup mengerikan bukan? Nah itulah yang akan terjadi jika seluruh halaman rumah dilapisi beton atau semen.

3. Tidak adanya pepohonan

Kalaupun ada lahan yang terbuka (berupa tanah yang tidak dilapisi semen atau beton), bila tidak adanya pepohonan juga akan meningkatkan peluang banjir. Sebab, tidak ada yang bisa menahan aliran air. Apabila ada pepohonan untuk menghalangi aliran air, maka air yang mengalir akan digiring masuk ke dalam tanah.


4. Sampah yang tidak terkelola dengan baik

Pengelolaan sampah yang tidak baik (seperti membuang sampah sembarangan) akan menimbulkan penyumbatan pada saluran air, sehingga hal itu jelas akan mengakibatkan banjir. Selain itu juga, seperti keterangan sebelumnya sampah bisa menjadi bibit-bibit penyakit yang merupakan sumber dari berbagaimacam penyakit dan menimbulkan bau busuk yang menyengat.

Pesan

Sudah saatnya untuk memperbaiki pola pikir dan prilaku diri kita menjadi lebih baik dan senantiasa perduli pada lingkungan, cobalah pikirkan dampak apa yang akan terjadi sebelum melakukan sesuatu, apa hal-hal yang akan dilakukan akan mendatangkan kebaikan atau keburukan. Jika bukan oleh diri kita sebagai manusia yang menjaga dan mencintai lingkungan di bumi ini, lalu oleh siapa lagi?
Nah, itulah artikel tentang "Bencana Banjir Dan Faktor Penyebabnya". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik.
Kata kunci terkait pada artikel ini:

Banjir dan penyebab utamanya