Friday, November 21, 2014

Hewan Yang Berhubungan Dengan Kisah Para Nabi

Hewan Yang Berhubungan Dengan Kisah Para Nabi
Ruh4dian - Keberadaan hewan di muka bumi ini diketahui telah ada bahkan sebelum manusia diciptakan. Sehingga tak heran jika hewan termasuk makhluk paling tua di dunia ini. Bahkan di zaman para Nabi dan Rasul Allah, banyak juga hewan yang terkait dalam kisah-kisah perjuangan para Nabi Allah, sebagaimana hewan-hewan sebagai berikut.

1. Ikan paus


Nabi Yunus alaihis salam merupakan salah seorang dari sekian banyak Nabi dan Rasul Allah yang pernah mengalami putus asa karena dakwahnya yang terus-menerus bahkan bertahun-tahun itu ditolak oleh kaum Ninawa. Hingga akhirnya ia pergi ke tepi pantai dan pada saat itulah beliau seakan lupa bahwa tugas seorang Nabi ialah untuk berdakwah di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Lalu Nabi Yunus pun menaiki sebuah kapal, dan pada saat itu beliau mendapatkan kondisi dimana ia dimakan oleh seekor ikan yang bernama ikan nun atau sejenis ikan paus besar. Dengan kekuasaan Allah, ikan besar itu membuka mulutnya dan menelan Nabi Yunus. Selama 40 hari, Nabi Yunus alaihis salam terpenjara di dalam perut ikan tersebut tanpa dikunyah olehnya. Namun sang Nabi menyadari bahwa ini merupakan balasan atas perbuatannya yang melepaskan tugas tanpa seizin Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kemudian ia bertaubat dan mengemban tugas kembali sebagai Nabi dan Rasul Allah.

Ikan nun atau paus adalah penghuni lautan terbesar, dan jenis ikan paus yang dikenal sebagai ikan paus biru memiliki berat lebih dari 150.000 kilogram dengan panjang lebih dari 30 meter. Ukuran ikan paus ini diperkirakan setara dengan bangunan bertingkat 5, sementara beratnya sama dengan berat 25 hingga 30 ekor gajah, sehingga tak heran jika hewan ini dapat melahap sebuah perahu besar. Ikan paus menggunakan hidungnya hanya untuk bernafas dan ikan paus melepaskan udara dari dalam paru-parunya dengan menyemburkan air dari lubang yang ada di atas kepalanya tersebut. Udara tersebut mengandung uap air yang suhunya lebih panas daripada udara luar, dan hal itu tampak sebagai air mancur dari kejauhan.


2. Semut


Pada suatu hari ketika Nabi Sulaiman alaihis salam selesai mendirikan shalat di tepi pantai, pandangan beliau tertuju pada pasir-pasir yang ada di pantai tersebut, di mana Nabi Sulaiman yang mempunyai mukzizat dapat memahami bahasa hewan ini melihat kawanan semut yang menyeret selembar daun hijau, ternyata daun tersebut dibawanya menggunakan jasa seekor katak ke dasar laut untuk memberi makan seekor ulat yang terjepit sebuah batu.


Semut yang dikenal memiliki solidaritas dan ukhuwah yang tinggi antar sesamanya merupakan spesies serangga tercanggih di muka bumi, dan hampir tidak ada serangga yang hampir sekuat semut. Semut juga merupakan binatang dengan otak paling besar proposinya apabila dibandingkan dengan keseluruhan tubuhnya, dan semut pun dikenal sebagai spesies paling cerdas di antara serangga-serangga lainnya, karena semut mempunyai sekitar 250.000 sel otak di kepalanya. Namun sayangnya, untuk semut pekerja hanya mampu bertahan hidup selama 45 hingga 60 hari, berbeda dengan sang ratu semut yang bisa hidup hingga berumur 20 tahun.

3. Burung hud-hud

Selain manusia dan jin, Nabi Sulaiman juga memiliki pengikut dari kalangan hewan yang shaleh, yang salah satunya ditunjukkan oleh burung hud-hud. Dalam kisah Nabi Sulaiman burung hud-hud yang merupakan sejenis burung pelatuk ini digambarkan sebagai burung setia yang memiliki kecerdasan dan kecemerlangan berpikir, sehingga pengembaraannya dalam mencari makanan tidak semata hanya untuk tujuan duniawi melainkan untuk menyebarkan agama.

Burung ini mimiliki panjang 25 hingga 29 cm, dengan lebar sayap 44 hingga 48 cm. Namun ada fakta lain dari burung sejenis pelatuk ini, yaitu burung pelatuk mampu untuk membenturkan paruhnya hingga 20 ketukan setiap detik yang mungkin dibutuhkan kepala yang keras untuk bertahan. Akan tetapi faktanya kepala burung sejenis ini terbilang lunak pada bagian belakang kepala. Terdapat bagian seperti spon yang berguna untuk menyerap benturan yang diakibatkan oleh gaya mematuk.

4. Ular

Pada zaman Nabi Musa Alaihis Salam orang-orang yang tidak beriman menuduh Nabi Musa seorang ahli sihir yang handal, hingga suatu ketika Nabi Musa melemparkan tongkatnya dan berubah menjadi seekor ular. Dan aksi itu pun rupanya dilakukan oleh para ahli sihir lain yang merubah tongkat mereka menjadi ular. Namun sebenarnya tidak sama sekali, ular dari para ahli sihir sebenarnya tidak bertukar pada seekor ular pun melainkan hanya ilusi pengelihatan orang-orang yang melihatnya seperti ular. Akan tetapi tongkat Nabi Musa-lah yang sebenarnya berubah nyata menjadi seekor ular. Tidak hanya itu, ular dari tongkat Nabi Musa itu bahkan menelan ular-ular dari para ahli sihir, sehingga menjadikan para ahli sihir itu beriman karena melihat mukzizat sang Nabi.

Nah, itulah artikel tentang "Hewan Yang Berhubungan Dengan Kisah Para Nabi". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik. Wallahu a'lam bishshawwab
"Gambar dan isi tulisan di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari berbagai sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu belajar untuk mengambil sisi positifnya ya sob!"

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Binatang yang mempunyai kaitan dengan kisah para Nabi Allah