Go Green

Macam-macam Penyakit Endemik Dan Upaya Pencegahannya

Macam-macam Penyakit Endemik Dan Upaya Pencegahannya
Ruh4dian - Penyakit endemik merupakan suatu wabah penyakit yang umum terjadi pada masyarakat di suatu komunitas atau populasi tertentu. Penyakit endemik juga merupakan suatu infeksi yang menular kepada orang-orang dan jumlah penularannya bertambah secara terus menerus. Adapun Macam-macamnya antara lain ialah, sebagai berikut.

1. Penyakit anthrax


Anthrax merupakan penyakit hewan yang dapat menular pada manusia dan bersifat akut. Penyebabnya adalah bakteri Bacillus Anthracis. Penularannya bisa melalui kontak langsung spora yang ada di dalam tanah, tanaman, maupun bagian dari hewan sakit itu sendiri (kulit, daging, tulang atau darah). Penyakit anthrax termasuk kelompok penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia (zoonosis). Penyakit ini paling sering menyerang hewan ternak seperti sapi, kambing, kuda dan babi. Bila situasi lingkungan cocok bagi pertumbuhan kuman (genangan air), Bacillus Anthracis akan mudah muncul dan menyerang hewan dan bersifat bahaya laten (kondisi dimana keadaan menjadi sangat berbahaya bila benar-benar terjadi karena dapat menginfeksi para binatang ternak dan menyebabkan penularan pada manusia).

Upaya pencegahan:

  • Menghindari kontak langsung dengan bahan atau makanan yang berasal dari hewan yang dicurigai terkena anthrax. 
  • Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan.
  • Mencuci buah-buahan atau sayur-sayuran sebelum dimakan.
  • Memasak daging sampai matang sempurna.
  • Melakukan vaksinasi anthrax dengan cara yang selektif (melalui proses seleksi).

2. Penyakit chikungunya

Chikungunya adalah penyakit yang mirip flu. Gejalanya antara lain:
  • Demam.
  • Kelelahan atau panas dingin.
  • Terasa nyeri dibeberapa bagian seperti bagian belakang mata, perut, atau otot.
  • Sakit kepala.
  • Ruam kulit (kondisi dimana kulit ditandai dengan iritasi, bengkak atau gembung kulit yang ditandai dengan adanya warna merah, rasa gatal, bersisik, kulit yang mengeras atau benjolan yang melepuh pada kulit).


Namun ada juga gejala yang khas yaitu radang persendian dan kadang-kadang terjadi pendarahan ringan. Chikungunya umumnya terjadi dalam waktu 3-7 hari. Penderita chikungunya umumnya membungkuk karena badannya sakit akibat radang persendian. Penyebab chikungunya adalah virus chikungunya (CHIKV) yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Upaya pencegahan:
  • Selalu bersihkan lingkungan rumah agar tidak menjadi tempat perindukan nyamuk, sehingga upaya tersebut bisa membebaskan diri kita dari nyamuk Aedes Aegypti. 
  • Periksa rumah dan lingkungan sekitar sekurang-kurangnya (minimal) seminggu sekali untuk memastikan tidak ada pembiakan nyamuk Aedes Aegypti.
  • Segera memeriksakan diri ke klinik atau rumah sakit terdekat apabila mengalami tanda dan gejala penyakit chikungunya.

3. Penyakit demam berdarah (DB)


Demam berdarah adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, seperti Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus. Penyebab utama penyakit demam berdarah adalah virus dengue, yang merupakan virus dari famili Flaviviridae.
 

Upaya pencegahan:
  • Membersihkan saluran pembuangan limbah, drainase, dan sampah. 
  • Mengubur barang-barang bekas yang menjadi habitat perkembangan jentik-jentik nyamuk.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.

4. Penyakit diare

Diare merupakan sebuah penyakit di mana tinja atau feses (kotoran) berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Faktor yang dapat mempengaruhi diare antara lain:
  • Lingkungan gizi dan kependudukan. 
  • Pendidikan sosial ekonomi dan perilaku masyarakat. Peradangan usus yang disebabkan oleh bakteri, virus, parasit (cacing, jamur, protozoa), keracunan makanan atau minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun bahan kimia, kurangnya gizi, alergi terhadap susu, atau immuno defesiensi (kondisi dimana kemampuan sistem imun untuk melawan penyakit dan infeksi mengalami gangguan atau melemah).
  • Mengkonsumsi alkohol yang berlebihan, terutama pada orang yang tidak cukup makan.

Gejala dari penyakit diare yang biasanya ditemukan adalah buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan, dehidrasi, mual dan muntah. Tetapi gejala lainnya yang dapat timbul antara lain pegal pada punggung, dan perut yang sering menimbulkan bunyi.
 

Upaya pencegahan:
  • Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan. 
  • Mencuci tangan dengan sabun setelah selesai buang air besar.
  • Usahakan meminum air yang sudah direbus hingga mendidih agar semua bakteri penyakit tidak masuk ke dalam tubuh.
  • Segera bersihkan tempat tinggal dari sisa sampah.
  • Segera buang tumpukan sampah agar tidak menggunung (menumpuk) dan menjadi sarang penyakit.

5. Penyakit flu burung


Flu burung adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza. Penularan virus ini melalui hewan ternak seperti: ayam, itik, burung dan unggas. Virus ini hidup dalam saluran pencernaan dan dikeluarkan bersama kotoran. Penularan terjadi dari kotoran secara oral atau melalui saluran pernapasan. Gejalanya adalah seperti terkena flu biasa, yang ditunjukkan dengan batuk, demam, lemas, sakit kepala, nyeri otot, sesak, beringus, sakit tenggorokan, sesak napas yang terkadang disertai dengan diare, tetapi kondisinya cepat menurun drastis. Serangan yang lebih berat umumnya diiringi dengan radang tenggorokan dan mual. Masa inkubasi flu ini berlangsung sekitar 1-2 hari.

Upaya pencegahan:

  • Mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir sebelum dan sesudah melakukan suatu pekerjaan. 
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Rajin membersihkan diri.
  • Menggunakan masker atau kacamata khusus pada saat berhubungan dengan hewan ternak yang rentan terkena flu burung.
  • Membakar atau menanam kotoran unggas.
  • Mencuci alat-alat yang digunakan dalam peternakan dengan desinfektan.
  • Mengonsumsi daging unggas yang telah dimasak dengan suhu 8000 derajat celcius selama satu menit, sedangkan telur unggas dipanaskan dengan suhu 6400 derajat celcius selama lima menit.

6. Penyakit malaria
 

Malaria merupakan penyakit infeksi yang tidak hanya menyerang manusia melainkan mahluk hidup lainnya seperti unggas, hewan primata (contoh: kera, simpanse), hewan melata (contoh: ular, kadal) bahkan hewan pengerat (contoh: tikus, landak). Secara epidemiologi, infeksi  malaria terhadap manusia dapat menyerang tanpa memandang usia dan jenis kelamin karena penularan penyakit malaria merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles yang membawa mikroorganisme uniselular berupa protozoa parasit yang tergolong dalam golongan plasmodium. Gejalanya adalah demam yang menggigil, muka pucat, dan pembesaran organ.

Faktor yang dapat menyebabkan penyebaran malaria antara lain:

  • Pertumbuhan penduduk yang cepat. 
  • Migrasi (perpindahan penduduk).
  • Sanitasi (pembudayaan hidup bersih) yang buruk.
  • Pembukaan lahan yang baru.

Upaya pencegahan:

  • Memakai obat pengusir nyamuk. 
  • Menjaga kebersihan lingkungan.

7. Penyakit tuberkulosis (TBC)
 

Tuberkulosis atau biasa disebut TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (TB). Sebagian besar penyakit ini menyerang paru-paru, tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lainnya. Penularannya melalui penderita TB positif. Pada saat batuk atau bersin, penderita menyebarkan kuman dalam bentuk percikan dahak. Percikan dahak tersebut yang mengandung bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat bertahan di udara pada suhu kamar selama beberapa jam. Seseorang dapat terinfeksi jika udara tersebut terhirup ke dalam saluran pernapasan.

Gejala umum penyakit ini yaitu batuk terus-menerus dan berdahak selama tiga minggu atau bahkan lebih, dahak bercampur darah, batuk darah, sesak napas dan rasa nyeri di dada, badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan turun, badan terasa kurang sehat, berkeringat malam walaupun tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan keringat, dan demam lebih dari satu bulan.
 

Upaya pencegahan:
  • Tidak meludah di sembarang tempat. 
  • Ketika ada seseorang yang ingin batuk atau bersin sebaiknya menutup mulut untuk menjaga terjadinya penularan penyakit.
  • Jaga jarak aman terhadap penderita TB positif.
  • Kesehatan badan harus sering dijaga supaya sistem imun (kekebalan tubuh) senantiasa terjaga dan kuat.
  • Jangan terlalu sering begadang (kurang istirahat) karena efek dari begadang akan melemahkan sistem imun.
  • Berolahraga secara rutin dan menjaga pola makan dengan disertai makanan yang bergizi agar tubuh selalu sehat. 
  • Lakukan imunisasi terhadap bayi. 


Nah, itulah artikel tentang "Macam-macam Penyakit Endemik Dan Upaya Pencegahannya". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik.
Kata kunci terkait pada artikel ini:

Penyakit-penyakit endemik dan cara mencegahnya
Gunakan tombol di bawah ini bila bermanfaat!