Go Green

Tata Surya Dan Matahari Sebagai Pusatnya

Tata Surya Dan Matahari Sebagai Pusatnya
Ruh4dian - Dahulu manusia percaya bahwa bumi merupakan pusat alam semesta. Benda-benda langit seperti matahari, bulan dan bintang beredar mengelilingi bumi dan pendapat itu didasarkan pada pengelihatan sehari-hari. Setiap hari, matahari tampak terbit dari timur dan terbenam di barat. Begitu pula dengan bulan dan bintang. Namun, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membantah anggapan tersebut.

Para ilmuwan melakukan pengamatan terhadap benda-benda langit. Mereka menemukan bahwa bumi berputar mengelilingi matahari. Selain bumi, benda-benda langit lainnya juga mengelilingi matahari. Dengan demikian, matahari menjadi pusat peredaran benda-benda langit. Matahari dan benda-benda lainnya berada dalam satu sistem. Sistem itu disebut sistem tata surya. Jadi, sistem tata surya adalah sistem yang tersusun oleh matahari sebagai pusat dan benda-benda langit yang mengelilinginya. Sungguh, Tuhan mengatur sitem tata surya yang sangat sempurna.


Mengapa planet dan benda langit lainnya bisa mengelilingi matahari? Karena matahari merupakan benda langit yang sangat besar. Matahari memiliki diameter 1,4 juta kilometer (1.400.000 km). Ukuran tersebut mengakibatkan matahari mempunyai gravitasi yang besar. Gravitasi matahari inilah yang menyebabkan anggota tata surya beredar mengelilingi matahari.

Matahari juga merupakan salah satu dari jutaan bintang. Sebagai bintang, matahari memancarkan cahayanya sendiri. Cahaya matahari berasal dari reaksi gas-gas di dalam inti matahari itu sendiri. Reaksi ini menghasilkan energi yang sangat besar. Energi tersebut dilepaskan sebagai panas dan cahaya. Energi yang dipancarkan matahari setiap detik setara dengan energi matahari yang diterima bumi selama 100 tahun.

Matahari berupa bola gas raksasa. Energi yang sangat besar menyebabkannya menjadi sangat panas. Suhu di pusat matahari diperkirakan mencapai 15 juta derajat celcius. Sementara itu, suhu di permukaannya mencapai 5 ribu derajat celcius. Hal ini berarti suhu permukaan matahari 50 kali lebih besar dibandingkan dengan suhu air yang mendidih. Akibatnya, planet terdekat, yaitu merkurius dan venus menjadi panas membara. Sementara itu, panas matahari yang sampai ke bumi tidak terlalu tinggi karena jarak dari matahari ke bumi sa
ngat jauh. Jadi intinya bumi menerima panas yang tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Sehingga keadaan tersebut memungkinkan adanya kehidupan di bumi. Inilah salah satu bukti kebesaran Tuhan yang Maha Esa.
Nah, itulah artikel tentang "Tata Surya Dan Matahari Sebagai Pusatnya". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik.
Kata kunci terkait pada artikel ini:

Matahari sebagai pusat tata surya
Gunakan tombol di bawah ini bila bermanfaat!