Monday, December 1, 2014

Pencegahan Penggunaan Zat Adiktif dan Psikotropika

Pencegahan Dan Penyembuhan Akibat Penggunaan Zat Adiktif dan Psikotropika
Ruh4dian - Pemberitaan atas terjeratnya seseorang akan zat adiktif dan psikotropika (narkoba) mungkin seringkali kita dengar, baik itu dari pemberitaan televisi, media sosial maupun dari orang-orang. Padahal jika kita tahu, bahwa dampak buruk akan narkoba ini cukup banyak, baik dampak buruk bagi diri sendiri (kesehatan tubuh dan psikologi) atau bagi orang lain dan lingkungan sosial.

Dampak buruk bagi diri sendiri yang meliputi gangguan pada kesehatan tubuh, seperti halnya neurologis (gangguan terhadap sistem syaraf), kardiovaskuler (gangguan terhadap jantung dan pembuluh darah),  dermatologis (gangguan terhadap kulit), pulmoner (gangguan terhadap paru-paru) dan masih banyak lagi.

Dampak buruk bagi psikologi meliputi, keganasan prilaku dan tingkah laku yang brutal, sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan, lamban dan ceroboh, sering tegang juga gelisah, penuh curiga, tidak percaya diri, apatis, pengkhayal, perasaan tidak aman, dan puncaknya adalah kecenderungan ingin bunuh diri.

Dampak buruk bagi orang lain dan lingkungan sosial meliputi, asusila dan anti-sosial, dikucilkan oleh lingkungan, merepotkan dan menjadi beban bagi keluarga.

Nah, dari keterangan di atas kita sudah cukup mengetahui bahaya dan dampak negatif dari penggunaan dan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika terhadap diri kita apabila kita menggunakan zat berbahaya ini. Maka dari itu diperlukan pencegahan agar (minimal) diri kita sendiri tidak ikut terjerumus dalam pemakaian dan penyalahgunaan zat berbahaya ini.

Pencegahan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika adalah upaya yang dilakukan terhadap faktor-faktor yang berpengaruh atau menyebabkan seseorang maupun sekelompok orang menggunakan zat adiktif dan psikotropika, baik secara langsung maupun tidak langsung, agar seseorang atau sekelompok masyarakat mengubah keyakinan atau pola pikir, sikap dan perilakunya, sehingga tidak memakai narkoba atau berhenti memakai zat adiktif dan psikotropika. Ada beberapa macam tingkat pencegahan terhadap zat adiktif dan psikotropika, yaitu sebagai berikut.

1. Pencegahan primer

Pencegahan primer adalah upaya pencegahan agar orang sehat tidak terlibat penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Pencegahan ini biasanya dilakukan dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, dan pendekatan melalui keluarga. Instansi pemerintah, seperti halnya BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. Kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi yang ditujukan kepada remaja langsung maupun keluarga.

Nah bagaimana cara mencegah penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika di dalam keluarga? Berikut adalah upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah anggota keluarga terjerumus penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika.

  • Pelajari fakta dan gejala dini penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. 
  • Menjadikan orang tua (yang baik) sebagai teladan. Orang tua yang baik, hendaknya tidak atau berhenti merokok, tidak minum minuman beralkohol, atau memakai zat adiktif dan psikotropika serta membuang semua peralatan dan persediaan rokok atau minuman beralkohol. Selalu membiasakan hal-hal yang baik dan memperhatikan kebaikan pada anak-anaknya.
  • Senantiasa berprilaku baik, sehingga akan membuat diri kita menjadi contoh teladan di dalam anggota keluarga maupun di lingkungan masyarakat.
  • Kembangkan kemampuan kamu untuk menolak penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Jika ada teman yang memaksa atau membujuk menggunakan narkoba, maka kamu berhak menolak. Sebaiknya jauhi teman-teman yang salah (apabila memang sudah dinasehati dan tetap sulit berubah) dan juga carilah kawan sejati yang tidak menjerumuskan dan menuntun prilaku kamu ke arah atau jalan yang baik dan benar.
  • Ikuti kegiatan yang sehat dan kreatif.
  • Patuhi aturan agama.
  • Patuhi norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat.

2. Pencegahan sekunder

Pencegahan sekunder adalah upaya pencegahan pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (terapi). Tahapan ini meliputi:

  • Tahapan penerimaan awal (initial intake). Tahapan ini dilakukan antara 1 sampai 3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental. 
  • Tahapan detoksifikasi dan terapi komplikasi medik. Tahapan ini dilakukan antara 1 sampai 3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.

3. Pencegahan tersier

Pencegahan tersier adalah upaya untuk merehabilitasi mereka yang telah memakai dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri dari:

  • Tahapan stabilisasi. Tahapan ini dilakukan antara 3 sampai 12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke lingkungan masyarakat. 
  • Tahapan sosialisasi dalam masyarakat. Tahapan ini dilakukan agar orang yang telah menyalahgunakan zat adiktif dan psikotropika (pemakai) mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, dan mengembangkan kegiatan alternatif.


Nah, itulah artikel tentang "Pencegahan Penggunaan Zat Adiktif dan Psikotropika". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik.
"Gambar dan isi tulisan di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari berbagai sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu belajar untuk mengambil sisi positifnya ya sob!"

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Cara mencegah penggunaan zat adiktif dan psikotropika

Pencegahan Penggunaan Zat Adiktif dan Psikotropika Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Iqbal Ruhadian

0 komentar:

Post a Comment

Apa komentar kamu?