Friday, December 12, 2014

Pernikahan Yang Dimurkai Allah

Pernikahan Yang Dimurkai Allah
Ruh4dian - Tentunya kita melaksanakan pernikahan adalah untuk mencari keridhaan dari Allah subhanahu wa ta’ala dan memenuhi tuntutan fitrah atau bawaan alami yang merupakan sesuatu yang melekat dalam diri manusia. Oleh karena itu, kita tidak boleh melakukan pernikahan yang dapat menyebabkan kita mendapatkan murka Allah Subhanahu wa Ta'ala. Pada prinsipnya, suatu pernikahan akan mendapat murka Allah karena syarat dan rukunnya tidak dipenuhi secara benar.

Pernikahan haruslah dilakukan sesuai dengan ketentuan syari'at yang digariskan dalam Al-Qur'an yang merupakan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang diwahyukan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan juga berdasarkan Hadits yang merupakan apa yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam baik berupa perkataan, perbuatan, dan segala ketetapan yang terkait dengannya.

Pernikahan disyari'atkan oleh Allah untuk menuntun manusia menuju kehidupan bahagia di dunia dan akhirat. Pernikahan yang dilaksanakan tanpa tuntunan syari'at Allah hanya berjalan mengikuti bisikan nafsu. Pernikahan semacam itu pasti tidak akan membawa kebaikan bagi pelakunya dan bagi orang-orang sekitar ataupun bagi masyarakat.

Pernikahan antara orang yang masih sedarah atau dengan ibu tiri atau dengan perempuan yang masih menjadi istri orang misalnya, pasti akan menimbulkan kekacauan, baik dalam rumah tangga maupun dalam lingkungan masyarakat. Pernikahan tersebut harus dibatalkan dan pelakunya dikenai hukuman zina. Bila ia berstatus sebagai suami atau istri atau sebelumnya pernah menikah, maka hukumannya rajam (ditanam sebatas dada, lalu kepalanya dilempari dengan batu sampai mati). Bila belum pernah menikah, maka hukumannya didera atau dicambuk 100 kali, setelah itu diasingkan selama 1 tahun.

Apabila di dunia ini hukuman tersebut tidak dilaksanakan, maka pelakunya kelak akan mendapat siksa neraka di akhirat karena telah melakukan perbuatan zina dan mempermainkan syari'at Allah. Bagi orang yang sudah terlanjur melakukan pelanggaran tersebut penyelesaiannya adalah sebagai berikut.

  • Dijatuhi hukuman sesuai dengan syari'at Islam (hukum dan aturan di dalam Islam yang mengatur segala sendi kehidupan umat muslim) bila hukum Islam berjalan. 
  • Bila hukum Islam tidak berjalan, maka ia wajib bertaubat dan meninggalkan perbuatannya tersebut. Dengan demikian, pernikahan mereka wajib diputuskan karena tidak sah.

Nah untuk itulah kita perlu tahu mana pernikahan yang diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan mana yang dimurkai/dilarang oleh-Nya. Berikut adalah bentuk-bentuk pernikahan yang dimurkai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang harus kita ketahui lalu dihindari.
  • Pernikahan dengan orang kafir
  • Pernikahan dengan orang musyrik.
  • Pernikahan sesama jenis (laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan).
  • Pernikahan muslimah (wanita muslim) dengan ahli kitab.
  • Pernikahan dengan pelacur (orang yang melakukan pekerjaan zina/hal buruk lainnya yang merupakan pekerjaan dosa).
  • Pernikahan dengan wanita hamil.
  • Pernikahan dalam masa 'iddah (baru cerai atau ditinggal mati).
  • Pernikahan dengan wanita yang disuruh cerai dari suaminya.
  • Pernikahan dengan mantan istri  yang telah ditalak sebanyak tiga kali.
  • Nikah tahlil (wanita yang sudah ditalak tiga oleh suaminya yang pertama, lalu setelah berakhirnya masa 'iddah dinikahi lalu diceraikan kembali untuk diberikan/dinikahi kembali kepada suami pertamanya).
  • Poliandri (seorang wanita yang menikahi lebih dari satu orang laki-laki).
  • Poligami lebih dari empat wanita bagi laki-laki.
  • Nikah ketika ihram (melakukan ibadah haji atau umrah).
  • Pernikahan atau rujuk tanpa saksi.
  • Pernikahan tanpa mahar.
  • Nikah syighar (seorang laki-laki menikahkan anak wanitanya dengan seorang laki-laki lain dengan syarat ia juga dinikahkan dengan anak wanita laki-laki yang akan menikahi anaknya dan tiada mahar diantaranya).
  • Nikah mut'ah (pernikahan dalam masa tempo tertentu atau nikah kontrak atau lebih dikenal lagi dengan istilah kawin kontrak).
  • Memadu dua wanita bersaudara.
  • Pernikahan dengan ibu tiri atau anak tiri.
  • Pernikahan dengan mertua atau menantu.
  • Pernikahan sedarah atau sesusuan.

Pesan

Sebagai seorang muslim, sebaiknya kita selalu belajar untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan menjauhi segala larangan-Nya, karena apa yang disyaria'atkan-Nya adalah semata-mata untuk kebaikan hamba-Nya.

Nah, itulah artikel tentang "Pernikahan Yang Dimurkai Allah". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik. Wallahu a'lam bisshawab
"Gambar dan isi tulisan di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari berbagai sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu belajar untuk mengambil sisi positifnya ya sob!"

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Pernikahan yang dilarang dalam Islam

Pernikahan Yang Dimurkai Allah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Iqbal Ruhadian

0 komentar:

Post a Comment

Apa komentar kamu?