Wednesday, November 15, 2017

Proses Pembusukan Tubuh Manusia Setelah Kematian

Proses Pembusukan Tubuh Manusia Setelah Kematian
Ruh4dian - Sudah menjadi takdir atau ketentuan dari setiap makhluk hidup bahwasannya kita semua pasti akan mati dan merasakan kematian. Namun kebanyakan dari umat manusia yang bernyawa di dunia ini adalah takut merasakan kematian. Tetapi mau tidak mau, cepat atau lambat kita sebagai manusia pasti akan mati dan saat ini kita sedang menunggu giliran kapan nyawa kita dicabut atau ruh lepas dari jasad.

Lantas apa yang akan terjadi kepada jasad manusia setelah kematian menurut proses biologis (proses alami dari makhluk hidup)? Apa yang akan terjadi ketika tubuh kita kehilangan nyawa yang paling berharga di kehidupan? Nah, berikut ulasan mengenai hal-hal yang terjadi pada jasad atau tubuh manusia ketika nyawanya telah hilang secara biologis.

1. Gelombang otak akan berhenti dan suhu tubuh menurun

Setelah nafas dan detak jantung berhenti, tubuh kita secara alami akan mengalami pembusukan dan penguraian. Pada detik-detik pertama kematian, gelombang otak yang pada awalnya masih berjalan akan berhenti seketika, kemudian temperatur tubuh akan menurun sekitar 1,6 derajat fahrenhelt atau setara minus 16,8 derajat celcius setiap jamnya, sampai mencapai suhu ruangan antara 20-25 derajat celcius. Sedangkan tubuh manusia normal sendiri memiliki suhu sekitar 37 derajat celcius. Jadi kemungkinan suhu tubuh mayat akan mencapai suhu ruangan, sekitar 1 jam setelah kematian.

2. Sel tubuh mulai sekarat

Beberapa menit setelah kematian, sel dalam tubuh akan mulai sekarat karena kekurangan oksigen. Hampir semua sel tersebut akan mulai rusak dan bocor secara massal dan proses ini disebut dengan putrefaction. Kejadian alami ini merupakan proses penguraian sel secara organik pada tubuh mayat yang disebabkan oleh gas-gas yang meliputi amonia (NH3), hidrogen (H2), sulfida (S), dan metana (CH4).

3. Tubuh mayat menjadi kaku dan kulit mengalami penyusutan

Setelah beberapa jam berlalu, kalsium yang terdapat dalam otot membuat tubuh mayat menjadi kaku, kejadian ini disebut dengan istilah rigor mortis yang terjadi hampir 36 jam setelah kematian berlangsung. Ketika 36 telah berlalu, maka otot akan menjadi rileks kembali dan menyebabkan mayat akan mengeluarkan kotoran dan urin secara bersamaan. Setelah itu kulit akan menyusut seperti kering dan hal ini membuat rambut dan kuku mayat seolah-olah tumbuh perlahan, ditambah gravitasi akan menarik darah mayat ke bagian tubuh bawah, hal ini menyebabkan bercak merah di kulit mayat.

4. Perubahan warna kulit dan timbul bau yang tidak sedap

Beberapa hari kemudian setelah dikubur, tubuh akan berubah warna menjadi hijau karena enzim proteolik dalam organ tubuh mayat akan mulai membusukkan dirinya sendiri dan biasanya pembusukan ini dibantu oleh bakteri pembusuk, terutama bakteri Clostidium welchii dan proses ini disebut dengan autolisis. Bau mayat juga akan sangat tidak enak karena tubuh akan mengeluarkan senyawa kimia yang disebut putrescine dan cadaverine.

5. Tubuh menghitam

Setelah beberapa minggu berlalu, belatung akan memakan tubuh sang mayat. Belatung-belatung ini membantu 60% proses pembusukan beberapa minggu kematian. Kemudian warna tubuh akan berubah kembali menjadi berwarna ungu dan lama-kelamaan akan berubah menjadi hitam.

6. Rambut mulai rontok dan jaringan otot terurai

Tahap selanjutnya, rambut mulai rontok dari tubuh selama rentang waktu 4 bulan dalam suhu 50 derajat fahrenhelt atau sekitar 10 derajat celcius. Jaringan otot tubuh terurai dan mulai menghilang, alhasil tubuh sang mayat yang semasa hidupnya memiliki rupa yang ganteng ataupun cantik, semua itu akan digantikan oleh tulang-belulang.

7. Tulang terurai

Dan setelah bertahun-tahun berlalu tulang akan terurai dan kemudian mayat pun berubah menjadi debu. Namun walaupun sudah menjadi debu, tubuh sang mayat yang sudah terurai tersebut sangat membantu kehidupan tumbuhan di permukaan bumi.

Pesan

Bagaimana menurutmu sob, apa cukup mengerikan atau memang sungguh-sungguh mengerikan? Tapi sekali lagi kita perlu ingat, bahwa setiap yang berjiwa atau hidup pasti akan mati dan di luar semua itu ada hal yang lebih penting, yaitu pertanggungjawaban kita kepada yang Maha Kuasa di kehidupan selanjutnya nanti. Maka mari kita sama-sama terus belajar untuk memperbaiki diri dan berguna, baik bagi agama, bangsa, dan orang-orang di sekitar kita.
Nah, itulah artikel tentang "Kondisi Tubuh Manusia Setelah Kematian"Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik.
"Gambar dan isi tulisan di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari berbagai sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu belajar untuk mengambil sisi positifnya ya sob!"

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Tahap pembusukan dan penguraian tubuh manusia setelah mati