Tuesday, November 20, 2018

Cara Melindungi Anak Dari Aksi Kejahatan

Cara Melindungi Anak Dari Aksi Kejahatan
Ruh4dian - Sebagaimana kita ketahui bahwa aksi kejahatan terhadap anak akhir-akhir ini masih marak atau ramai terjadi. Para orang tua sebenarnya dapat menandai orang-orang yang mempunyai maksud untuk melakukan kejahatan kepada anaknya, khususnya aksi kejahatan s3ksual. Dengan cara tersebut tentu para orang tua dapat mencegah hal-hal yang tak diinginkan untuk kedepannya.

Melindungi anak dengan cara mempelajari aksi para pelaku kejahatan

Nah, para pelaku kejahatan atau penjahat biasanya (sebelum beraksi) mereka akan melakukan berbagai persiapan untuk mengamankan aksinya agar tidak ketahuan. Psikolog yang juga merupakan pendiri pusat studi dan aplikasi psikologi komunikasi bawah sadar menuliskan bahwa pada saat pelaku kejahatan mulai beraksi, kita bisa menandai dan melindungi (melakukan perlindungan) sebelum ada jatuh korban.

Cara mereka (para pelaku kejahatan atau pun predator s3ksual) beraksi terbagi menjadi 2 (dua) bagian, pertama ialah mereka yang melakukan pendekatan terlebih dahulu dan kedua mereka yang melakukan serangan secara mendadak. Nah, adapun langkah-langkah yang dipersiapkan oleh para pelaku aksi kejahatan pada anak sebelum mereka beraksi yang dapat kita pelajari dan antisipasi (cegah) ialah, sebagai berikut.

Pemilihan target (korban)

Pelaku tindak kejahatan selalu mengamati gerak-gerik anak-anak yang menjadi targetnya pada saat anak-anak tersebut sedang bermain atau beraktivitas. Pelaku sering menandai mana anak-anak yang mudah ditundukkan atau dikendalikan dan mana yang tidak. Anak-anak yang percaya diri, kritis dan berani biasanya bukanlah target pilihan mereka. Sedangkan anak-anak yang nampak lemah, pemalu, penyendiri dan penurut menjadi target pilihan kesukaan mereka.

Sedangkan bagi para pelaku kejahatan s3ksual, untuk memastikan ketepatan target yang dipilih, pelaku akan mengetes atau menguji targetnya melalui sentuhan. Pelaku berpura-pura menyentuh atau mengelus tubuh calon korban. Awalnya di bagian terbuka seperti tangan yang terbuka lalu merambat bagian lain seperti punggung, paha dan seterusnya. Jika korban hanya diam saja tidak melawan ataupun menghindari sentuhan tersebut, pelaku akan menandainya sebagai sinyal persetujuan. Sebaliknya jika anak menjauh, memutar tubuhnya atau menepis tangan pelaku, maka pelaku akan menandai korban sebagai anak yang tidak mudah ditaklukkan, sehingga pelaku biasanya akan mencari korban lain.

Terkadang orang-orang dewasa, terutama para orang tua perlu memberikan ketenangan dan sentuhan pada anaknya. Namun cara sentuhan intim seperti mengelus bagian sensitif dan menggerayangi bukanlah sentuhan yang bermakna baik, sehingga perlu kita hindari. Elusan lebih dari 2 hingga 3 menit (terhitung waktu yang cukup lama dalam hal ini) apalagi di area yang bukan semestinya, maka para orang tua harus segera mewaspadai akan situasi yang tidak beres. Psikolog juga menambahkan bahwa para orang tua harus memberitahu anak mereka untuk menjauh dan menepis tangan orang yang menyentuhnya serta menegur pelaku agar tidak melakukannya lagi. Ajarkan anak membedakan mana sentuhan normal dan sentuhan yang tidak normal. Ajarkan juga bahwa area genital merupakan bagian yang hanya boleh disentuh oleh sang anak itu sendiri dan petugas seperti dokter untuk alasan medis dan selama pemeriksaan medis itu pun harus di damping oleh orang tua. Pengetahuan ini akan membantu sang anak untuk melindungi dirinya sendiri pada saat orang tua tidak bisa mengawasinya.

Pendekatan terhadap terget

Ibarat seseorang menyukai lawan jenisnya, pelaku aksi kejahatan pun akan berusaha mendekati dan berpura-pura baik pada anak yang menjadi targetnya sambil mengumpulkan informasi diri dari sang anak. Pelaku akan menandai tanda-tanda fasial seperti bibir yang cemberut, alis mata yang menaik dan keluhan-keluhannya untuk mengetahui sejauh mana perasaannya terhadap teman-temannya, kakak-adiknya, guru maupun orang tuanya. Rasa sedih dan kebingungan yang dihadapi sang anak membuat pelaku bertindak seolah peduli atas keluhan yang sedang sang anak hadapi. Tujuannya hanya untuk mendapat simpati dan kepercayaan dari sang anak agar pelaku semakin bebas mendekati anak.

Untuk mendukung aksinya, pelaku memberikan perhatian kepada anak, memberikan hal-hal yang diinginkan anak dan membelikan hadiah-hadiah. Jika anak membutuhkan figur kebapakan atau keibuan, maka pelaku akan melakukannya. Bagi seorang anak, tubuh pelaku yang lebih besar darinya, perhatian serta kepedulian pelaku menimbulkan rasa aman. Dalam psikologi, proses tersebut dikenal sebagai nama transference atau sebuah fenomena di mana anak dengan mudah menerima apa saja yang disampaikan oleh pelaku. Psikolog menerangkan bahwa apabila pelaku kejahatan merupakan seorang yang memiliki otoritas atau tokoh yang dihormati seperti guru, pemuka agama atau orang yang dipercayai, maka tingkat transference anak pada pelaku akan semakin tinggi, sementara pelaku akan semakin leluasa atau mudah memperdaya dan menjalankan aksinya.

Sinyal bahaya yang dapat ditandai orang tua di tahap ini ialah sikap dan prilaku dari pelaku yang memperlihatkan bahasa tubuh yang selalu condong tertuju pada anak yang merupakan targetnya. Sinyal yang bisa diamati yaitu sorot mata pelaku yang lekat pada lekuk tubuh anak, terpukau, mirip seperti rusa yang diam terpaku saat tersorot cahaya. Jika anda sebagai orang tua melihat banyak anak di sekitar, akan tapi pelaku hanya mencurahkan waktu dan akrab dengan anak anda saja disertai bahasa tubuh yang intim, banyak mengelus, menepuk, condong selalu ingin dekat dengan anak anda saja, maka anda patut curiga ada hubungan yang tak wajar yang telah terjalin. Sebaiknya mintalah anak menjaga jarak dengan pelaku dan minta ia segera melapor kepada anda jika ada sentuhan dan hal-hal yang tidak wajar. Kemudian minta pada pelaku agar tidak menyentuh anak anda dan segera menjauh dari anak anda tersebut.

Penaklukan target oleh para penjahat s3ksual

Sambil tetap menunjukkan kedekatan dan keintiman dengan sang anak, pelaku biasanya selalu menunjukkan sikap yang lebih jelas dan tegas mendominasi anak dengan cara memerintah anak untuk mematuhinya. Di tahap ini, anak menghabiskan waktu lebih banyak dengan pelaku dan pelaku minta anak merahasikan apa yang mereka lakukan. Sekali anak terjebak perangkap si pelaku di tahap ini, maka tahapan pelaku untuk melakukan aksi kejahatan terhadap sang anak akan dengan cepat naik ke tahap selanjutnya.

Pemantasan korban oleh pelaku aksi kejahatan s3ksual

Di tahap ini maka akan semakin sulit bagi orang tua untuk melihat suatu hal yang tidak wajar, karena kejadian (aksi kejahatan tahap awal) berlangsung di tempat yang pribadi. Pelaku mulai berani menggerayangi bagian-bagian tubuh sensitif anak disertai ancaman agar anak tidak membocorkan rahasia dengan menakut-nakuti sang anak, seperti akan menyiksanya atau memukulnya. Satu-satunya cara mendeteksi yaitu orang tua harus lebih sering bertanya apakah ada orang yang pernah mencium, mengelus, menggelitik, bermain dokter-dokteran atau mengajak mereka (sang anak) bermain gulat (apabila anak kamu laki-laki). Jika jawabannya ya, ingatkan anak untuk waspada dan kamu sebagai orang tua harus menghadapi pelaku dan melarangnya dengan tegas melakukan hal-hal itu pada anak anda tersebut.

Aksi kejahatan s3ksual

Saat anak tidak bisa menolak dan merasa ketakutan, pelaku akan leluasa untuk melakukan aksi buruknya. Saat hal ini terjadi, maka orang tua bisa bertindak menandai sinyal-sinyal anak sebagai korban pelecehan seksual.
Nah, itulah artikel tentang "Cara Melindungi Anak Dari Aksi Kejahatan". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik. 
"Gambar dan isi tulisan di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari berbagai sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu belajar untuk mengambil sisi positifnya ya sob!"

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Tips menghindarkan anak dari bentuk-bentuk gangguan aksi kejahatan

Cara Melindungi Anak Dari Aksi Kejahatan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Iqbal Ruhadian

0 komentar:

Post a Comment

Apa komentar kamu?