Sunday, November 25, 2018

Tempat Curhat (Mencurahkan Isi Hati) Terbaik

Tempat Curhat (Mencurahkan Isi Hati) Terbaik
Ruh4dian Pada dasarnya, siapa sih orang yang tak ingin menceritakan keluhan, harapan, atau rasa sakit yang diderita? Sungguh fitrah jika di antara kita ingin mencurahkan isi hati atau berbagi rasa, terutama anak pada orang tuanya atau sebaliknya, istri pada suaminya atau sebaliknya, dan antara sesama kawan (khususnya yang dapat menjaga aib).

Namun, pada akhirnya kita akan tetap merasa kecewa karena kita curhat hanya pada sebatas makhluk. Pihak atau orang yang kita ajak bicara atau berbagi rasa ini lama-lama akan merasa lelah juga manakala kita curhat padanya. Curhat kepada sesama makhluk terkadang timbul rasa marah, tersinggung, orang itu ingin diperhatikan pula, dihargai, dibutuhkan, tertimpa sakit, meninggal dunia dan lain-lain. Inilah kelemahan curhat kepada sesama makhluk.

Dimana tempat mencurahkan isi hati terbaik?

Mengapa kita tidak menyadari, padahal Allah sebagai khalik (Yang Maha Pencipta) adalah tempat sebaik-baiknya mengadu (curhat). Dia (Allah) tidak bermasalah, akan tetapi Dia adalah solusi dari segala permasalahan. Semua makhluk berserah kepada Allah dengan sukarela maupun terpaksa, sebagai mana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Maka mengapa mereka mencari agama selain agama Allah, padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?" (Al-Qur'an surat Ali-Imran ayat 83). Dia (Allah) adalah Rabb yang mengatur alam semesta ini (Rabbul 'alamin) dan raja sekalian makhluk. Semua diatur menurut kehendak-Nya, sebab Dia adalah penciptanya.

Selain dari Allah, maka mereka adalah yang diatur (marbub) seperti halnya kita sebagai manusia, dibuat dan dicipta, diperhamba sukarela ataupun terpaksa. Dengan demikian, Allah merupakan satu-satunya (tunggal) Dzat Yang Maha Suci, Esa, Kuasa (berkuasa penuh), Pencipta, Yang Mengadakan, Yang Membentuk, dan pemilik segala-galanya.

Allah sendiri tidak membutuhkan bantuan. Dia tidak mempunyai sekutu yang membantu-Nya dan tidak pula mempunyai lawan yang menandingi-Nya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, "... Katakanlah, 'Cukuplah Allah Bagiku.' Kepada-Nyalah bertawakal orang-orang yang berserah diri." (Al-Qur'an surat Az-Zumar ayat 38).

"Apabila Allah menimpakan suatu kemadlaratan (bencana) kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan Apabila Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap (segala) sesuatu." (Al-Qur'an surat Al-An'am ayat 17). Jadi apa yang dikendaki Allah pasti akan terjadi.

Curhat kepada Allah ini hanya dapat terjadi apabila hati kita memang benar-benar membutuhkan Allah. Hal itu dapat dilihat dari dua (2) hal, yaitu dari segi ibadah dan dari segi meminta pertolongan (isti'anah) dengan memanjatkan do'a. Indikator atau hasil penilaiannya adalah apabila hati kita menjadi merasa enak atau senang, tenang, tentram, merasa beruntung, tidak merasa berat dengan beribadah kepada Allah, bertambah cinta kepada Allah, dan bertambah pula keyakinan untuk bertawakal hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala semata.

Curhat kepada makhluk, mungkin dapat kita rasakan perasaan riang dan perasaan hati menjadi enak, namun tentu hal tersebut tidak bisa mendapatkan perasaan tentram dan ketenangan, karena di situ tidak ada suatu yang sangat dibutuhkan (yaitu Allah) yang perlu disembah dan dicintai sebagai tujuan akhir.

Seseorang yang merasakan kebersamaan dan menentramkan dirinya, merupakan aplikasi dari Allah-lah yang ia butuhkan melalui proses ibadah, pertolongan dan do'a. "Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan." Al-Qur'an surat Al-Fatihah ayat 5l. Allah Subhanahu wa Ta'ala jugq berfirman, "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hibda dina." (Al-Qur'an surat Al-Mu'Min ayat 60).

Pengabdian kepada Allah tidak akan terlaksana apabila seseorang mencintai selain Allah, atau menjadikan selain Allah sebagai harapan untuk menolongnya (misalnya seseorang curhat kepada makhluk (baik kepada ustadz/guru, psikolog, psikiater, teman karib dan lain-lain), lalu menjadikan orang tersebut sebagai satu-satunya sumber penyelesaian masalah atau sumber petunjuknya).

Seaungguhnya yang seperti itu merupakan kesalahan, ia tidak menyadari bahwa yang menjadikan demikian (segala penyelesaian masalah atau sumber petunjuk) justru Allah semata. Jadi apabila masalah terselesaikan melalui makhluk, itu bukan karena makhluk itu, akan tetapi Allah-lah yang telah menghendakinya melalui perantara makhluk tersebut. Jadi sebenarnya  tidak ada satu pun yang dapat diharapkan bantuannya melainkan Allah saja, sekalipun ia (yang membutuhkan penyelesaian masalah atau sumber petunjuk) telah menempuh atau melakukan berbagai cara dan jalan.

Keunggulan atau keuntungan curhat kepada Allah tergambar dari keterangan hadits shahih yang telah diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, yakni, "Barangsiaoa mendekati Aku sejengkal, Aku akan mendekati dia sehasta, barangsiapa mendekati Aku sehasta, Aku dekati dia sedepa, dan barangsiapa datang kepada-Ku dengan berjalan kaki, Aku akan datang kepadanya dengan berlari.".

Menurut Ibnu Taimiyah, tingkatan cinta yang tertinggi ialah berbentuk penghambaan makhluk terhadap Allah, diawali oleh hubungan hati dengan pihak yang dicintai itu, kemudian dilanjutkan dengan curahan hati (curhat), lalu timbul rasa pengorbanan karena perasaan cinta yang mendalam dalam hati, disusul oleh perasaan rindu, dan yang terakhir berbentuk penghambaan.
Nah, itulah artikel tentang "Tempat Curhat (Mencurahkan Isi Hati) Terbaik". Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, bisa menghubungi Admin di menu yang telah tersedia :) Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membawa pengaruh yang baik. Wallahu a'lam bisshawab
"Gambar dan isi tulisan di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari berbagai sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu belajar untuk mengambil sisi positifnya ya sob!"

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Sebaik-baik tempat untuk curhat (curahan hati)

Tempat Curhat (Mencurahkan Isi Hati) Terbaik Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Iqbal Ruhadian

0 komentar:

Post a Comment

Apa komentar kamu?